Al Kafirun dan Toleransi

Saya teringat salah satu kajian di Masjid Istiqamah Balikpapan Ramadhan kemarin. Saya tidak tahu nama Ustadznya, tapi InsyaAllah, panitia masjid selalu mendatangkan Ulama Sunnah. Caption yang paling dibahas kajian tersebut adalah Benarkah Al Kafirun adalah Surah yang mendukung toleransi? Ya, jika hanya dibaca ayat paling terakhir.

Saya diingatkan kembali untuk membaca tidak hanya setengah-setengah, tapi keseluruhan. Dan jika dibaca baik-baik, Al Kafirun bukan mengajarkan kita untuk toleransi tapi menegaskan bahwa orang kafir tidak berhak menginterfensi muslim.

Lihat saja di ayat pertama, kita diingatkan untuk berkata kepada orang kafir, bahwa kita tidak menyebah apa yang mereka sembah.

Wah, kamu radikal ya Yul? | Sering saya dibuat gagal paham dengan pemikiran banyak orang di jaman Now. Menyampaikan ayat kok dibilang radikal? Lalu, mereka yang membunuh anak-anak di timur tengah, apa mereka bisa dibilang mengerti dengan kata “Toleransi”?

Iklan

Surat Untuk Razan Al Najjar

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?. Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.

QS.At-Taubah(9):111

“Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu (menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya) dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya)”.

QS.Al-Ahzab(33):23

Dear Razan,

Katanya, Wanita Palestina adalah simbol kekuatan, kontribusi, dan perjuangan. Dan kuyakini itu bukan hanya kata-kata belaka.

Kau tau Razan, aku malu sekaligus cemburu sekali padamu. Aku rasa bidadari-pun cemburu padamu disana.

Malu rasanya diri ini masih sering menunda ibadah. Sedangkan aku berlari untuk urusan dunia.

Razan, terimakasih karena telah menyadarkanku bahwa menjadi pahlawan tidak harus mempunyai kekuatan super. Tapi hati ikhlas seluas langit dan lautan.

Razan, terimakasih karena telah memperlihatkanku bahwa senjata tak selalu berupa peluru.

Razan, terimakasih karena telah memberi tahu dunia, disana masih banyak yang berjuang untuk Islam.

Yang tenang ya Razan disana, kemenangan pasti akan kita raih.

Selamat jalan Razan,

Tugas muliamu akan menjadi keabadian.

Semoga kelak, Disana kita bisa berjumpa.

Cara Mengaktifkan Kembali Blog WordPress Yang Suspended

Ada yang pernah mengalami blog WordPress di Suspended? Saya pernah, dan blog ini pun akhirnya kembali. Yeaayyy…💃💃💃. Jadi, dipostingan kali ini saya mau sharing bagaimana akhirnya yulijannaini.wordpress.com kembali.

Saya juga udah pernah cerita sedikit banyak tentang kisah blog WordPress saya di Suspended di postingan ini sih. Saya juga kurang tahu alasan kenapa Blog saya di suspended. Rasanya di suspended itu rasanya berasa harus dipisahkan dengan kekasih yang sudah terjalin hubungan selama 8 tahun. Bukan lebay, tapi nyata.

Cara Mengaktifkan Kembali Blog WordPress Yang Suspended

1. Masuk ke Blog yang di Suspended

2. Klik link yang tulisannya “Support Dokumen”

3. Baca dulu dengan seksama, lalu isi form yang terletak dibawah halaman, biasanya nama, email, dan website akan terisi secara otomatis.

4. Isi bagian Comment, yang menyatakan permintaan maaf ke WordPress. Klik Submit.

5. Tunggu email dari pihak WordPress dan halaman Blog akan kembali seperti semula.

Apakah masalah beres? Ternyata tidak. Hahaha, ada kendala setelah mendapat email dari pihak WordPress. Kendalanya adalah setiap saya menggunakan PC, blog saya tetap ter-suspended tapi ketika membukanya lewat HP, Blog saya sudah bisa dibuka. Bingunglah kembali. Untungnya ada teman-teman di grup WA B!Blogger yang memberi solusi. Yang ternyata permasalahannya ada di PC saya, yang harus saya bersihkan Cookies dan kawan-kawannya. Caranya bagaimana? Simple, hanya menekan tombol tombol Ctrl+Shift+Del . Selesai masalah.

Semoga bermanfaat ya. Silahkan cek Instagram untuk contoh screen shoot dan comment.

Cara mengaktifkan Kembali Blog WordPress Yang Suspended

A post shared by yulijannaini (@yulijannaini) on

 

Daya Juang dan Ikhlas

Aku baru saja melihat ig story seorang teman. Disana ia menyatakan bahwa wanita butuh 15 hari untuk jatuh cinta, sedangkan laki-laki hanya butuh 8,2 detik untuk jatuh cinta. Entah riset darimana. Apakah ada yang sependapat? Yang kupahami, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Dan kita takkan pernah tahu berapa lama perasaan itu akan tumbuh dihati. Ada yang memilih memupuknya, ada yang memilih mendiamkannya hingga ia mencair, dan ada yang menyimpannya dalam-dalam. Sesungguhnya tidak ada yang paling benar, hanya masalah pilihan. Tapi menurutku ada tanggung jawab ketaatan ibadah didalamnya.

Dan tentang kamu, lagi-lagi tentang kamu. Yang terkadang, kamu bukan berarti benar-benar kamu. Ketika aku mendapati diri ini mencintaimu yang tidak mencintaiku, kurasa bukalah hal yang memalukan. Toh dalam mencintai, yang paling indah adalah cinta itu sendiri. Menggapaimu bukan hal yang mudah, aku harus bersaing dengan yamg lain, yang selalu menyebut namamu dalam ibadahnya. Dan ketika pada akhirnya kita tidak bertemu di ujung jalan, bukan masalah hebat bagiku. Karena ketika aku memutuskan untuk memperjuagkanmu, disana juga aku putuskan untuk mengikhlaskanmu. Semakin kuat aku memperjuangkamu, semakin kuat pula aku mengikhlaskanmu.

Duhai hati,

Kumohon,

Tetaplah seperti ini.

Dear Ramadhan

Hai Ramadhan, bisakah kau berjalan lebih lambat lagi?

Aku butuh kamu, Duhai Ramadhan

Mengapa kamu berjalan begitu cepat

Sedang diri ini masih merangkak dalam beramal

Imanku, masih sama seperti bulan terdahulu,

lebih banyak turun dari pada naik

Banyak ilmu yang kuloncati daripada mendalami

Duhai Ramadhan,

Masih sudikah kau menungguku?

Sarana Kursi Roda di Balikpapan Plaza

Jadi ceritanya, kakak pertamaku yang kebetulan sedang sakit, request dari satu minggu yang lalu kepengen banget jalan-jalan ke Moll. Aku rasa wajar sih, sudah sekitar 3 (tiga) bulan semenjak serangan stroke kedua dia hanya berdiam diri di rumah.

Oke, akhirnya saya dan Kak Nila survey tempat yang bisa memungkinkan untuk dikunjungi Kak Udin. Dan ternyata ada sarana kursi roda di Balikpapan Plaza. Yang kebetulan jarak Balikpapan plaza dan rumah hanya 2 km saja. Sarana ini memang bisa digunakan untuk pengunjung Balikpapan Plaza. Syaratnya cukup mudah, kita hanya perlu menitipkan uang Rp 100.000 dan KTP untuk jaminan. Uang dan KTP yang dititipkan, bisa diambil ketika kita mengembalikan kursi roda.

Bagaimana dengan Mall yang lain? Saya kurang tahu sih, karena kemarin hanya sempat survey sarana kursi roda di Balikpapan Plaza. Mungkin ada yang bisa kasih info?

Akhirnya, ada yang kesampaian juga nge-moll…

A post shared by yulijannaini (@yulijannaini) on

Aku teringat ketika kuliah, kalo dilihat-lihat lagi sangat intens dalam menulis, apalagi di dalam blog. Tanpa berpikir tulisan ini akan menghasilkan uang atau tidak. Nulis mah nulis weh, dan aku bahagia. Kebahagiaannya pun terasa banget saat itu. Ditambah sudah ada semacam “fans” dan viewer-nya hampir 300/hari. Berasa macam manusia berguna.

Intensitas menulis menurun ketika lulus kuliah, tepatnya saat bekerja. Aduhai, rasa malas hampir selalu hinggap di diri. Lalu mulailah aku rajin kembali, saat membeli web yulijannaini[dot]com tujuannya biar tambah semangat lagi nulis. Tapi ternyata, aku merasa ada yang salah dalam tulisanku. Yang kupentingkan bagaimana caranya setiap hari ada viewer yang banyak. Alhasil, tulisanku semacam sayur yang kurang dikasih garam. Hambar. Tidak sebahagia dulu, Setidaknya itu yang kurasakan.

Kembali kumerenung, apa yang salah? Dan yang kusadari, tujuan menulisku-lah yang mulai bergeser. Memang, tidak salah untuk mencari viewer. Tapi ya itu, bahagia-in dulu lah diri sendiri, sebelum orang lain.

Lalu, akhirnya aku ingin kembali ke alamat blogku yang lama, tapi sayang seribu sayang, blog-nya sudah di suspended 😭😭😭. Mau nggak mau buat alamat baru, dan memang jatuhnya mulai dari awal lagi.

Tapi setidaknya kali ini aku ingin menulis lagi seperti dulu. Yang tulisannya Yuli Jannaini banget. Yang banyak curcolnya tapi banyak hikmah yang bisa dipetik.

Mohon doanya agar istiqamah,

Mohon doanya juga agar niat menulinya diluruskan kembali.