6 Hal yang Dapat Merubah Hidupmu

Entah kenapa menjadi sebuah kebiasaan dimanapun berada, pasti hampir selalu tangan memegang smartphone dan melihat-lihat. Kalau saya ketika membuka smartphone, langsung otomatis jari mengarah ke aplikasi Instagram. Semacam “kecanduan” menurut saya. Ditambah dengan sifat narsis tak berujung, ada yang bagus dikit poto, sebelum makan poto, bahkan ada beberapa yang mau ibadah poto (yang ini hati-hati lho ya, khawatir ada sifat riya didalamnya). Sadar atau tidak sadar, itu membuat kita menjadi tidak produktif. Hayooo… Masa tahun 2019 masih tidak produktif?

Tenang, tenang, tenang, saya bukan negur kalian yang baca kok. Saya mah lagi negur diri sendiri. Yang sumpah, kerasa banget kayak hidup tidak produktif. Dan gadget adalah salah satu faktor yang membuat diri menjadi tidak produktif. Tidak semua konten di gadget membuat tidak produktif kok.

Salah satu gambar yang saya temukan di Instagram memberi beberapa tips agar merubah hidupmu lebih baik. Apa aja tuh? Cekidot…

Sumber foto klik disini
Sumber foto klik disini

1. Berhenti mengeluh, dan mensyukuri satu hal setiap hari

Yess, karena masih banyak hal yang patut kita syukuri. Tidak perlu hal besar, bisa dimulai dari hal yang kecil. Misalnya masih bisa melihat senyuman orang yang kita sayangi.

2. Olahraga

Pengalaman pribadi, saya lebih bisa produktif ketika saya merutinkan olahraga. Langsing urusan belakangan, itu hanya bonus. Buat badan jadi lebih sehat, itu yang utama. Badan tidak gampang sakit dan membuat kita lebih bersemangat.

3. Mengurangi interaksi dengan orang-orang yang menyerap energi kehidupanmu

Mulailah belajar untuk berkata tidak, jika kamu merasa hal itu akan menggangu kehidupanmu. Jangan biarkan orang lain menggangu kehidupanmu. Kamulah yang punya hak untuk mengatur kehidupanmu. Entah kenapa saya merasa kata “bodo amat”, sangat berguna di beberapa kesempatan.

4. Batasi waktu dengan gadget

Yess ini bahasan di awal. Batasi waktu dengan gadget. Mulailah belajar untuk memberi batasan. Memang susah untuk jaman sekarang, lakukanlah dengan perlahan tapi tetap konsisten.

5. Pelajari 1 hal dengan tekun

Kalo pengen 4 hal sekaligus gimana? Boleg aja, asal dilakukan dengan tekun dan menyesuaikan dengan kemampuan. Istilahnya, satu aja belum ada kok mau nambah lebih

6. Biasakan diri dengan kesepian

Untuk yang beragama muslim seperti saya, hal yang keenam ini bisa kita lakukan ketika melaksanakan sholat. Berusahalah untuk tetap pada kekhusyuk-an. Bahkan menurut saya, memperbaiki sholat adalah hal yang menjadi prioritas utama ketika ingin menjadi diri yang produktif.

Iklan

Buat Apa Berjilbab?

Saya teringat pernah melihat sebuah majalah yang cover bukunya itu jika dilihat sekilas, seperti gambar perempuan berkerudung putih yang sedang terpejam sambil tersenyum. Tapi ternyata ketika saya ambil majalah tersebut, ada lipatan di bagian atas, dan ketika saya buka lipatan itu ternyataaaa…. Jreng jreng jreng… ternyata itu adalah gambar wanita yang mengenakan kain kafan.

Tenang, tenang, saya tidak akan cerita horor kok untuk postingan kali ini. Saya lupa isi lengkap majalah itu, tapi caption dalam majalah itu adalah jangan sampai kain kafan adalah hijab yang pertama serta terakhir yang kita gunakan.

Buat apa berjilbab?

Jelas, mengikuti apa yang sudah diperintahkan. Silahkan buka QS Al Ahzab ayat 59 serta QS An-Nur ayat 31.

Ah, ga selalu wanita berjilbab itu baik.

Yupz… memang tidak selalu wanita berjilbab itu baik nan Sholehah. Tapi wanita yang baik nan Sholehah pastilah mengenakan jilbab.

Ah, si A pake jilbab Syar’i tapi kelakuan masih amburadul.

Iihhh… Udah atuh, nggak usah fokusin diri ke orang lain. Stop cari pembenaran. Da tiap orang punya prosesnya masing-masing.

Belum dapet hidayah?

Gimana mau dapet, wong kagak dijemput.

Tapi tapi tapi….

Come on, udah atuh, nurut apa yang udah diperintahkan. Mau sampai kapan bergelut dengan ego diri sendiri?

Inget, jangan sampai kain kafan adalah hijab yang pertama serta terakhir yang kita gunakan.

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Percaya atau tidak, diluar sana ada saja orang yang ingin ada di posisimu saat ini. Ketika sekitar 1 atau 2 tahun yang lalu, krisis pede melanda di dalam diri saya. Mulailah pikiran-pikiran busuk membisiki, mulai membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Dan sungguh, penyakit iri itu sungguh menyakitkan. Bawaannya ngeluh dan menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah ditempuh.

Sampai suatu ketika satu per satu orang-orang yang saya rasa “Lebih Hijau” daripada saya mengatakan, “Enak yah kamu, bisa menjalani hidup ya suka-suka kamu, belum sibuk sama urusan keluarga, atau “Enak yah kamu, punya kakak banyak dan dekat dengan kamu”, “Enak yah kamu dapet tempat kerja yang bosnya mendukung aktifitas kamu”.

Jreng jreng jreng…

Hei hei hei….

Hal-hal seperti ini kayak seperti pentungan buat saya. Banyak hal yang belum saya syukuri dengan baik. Menangani Rasa “Rumput Tetangga Lebih Hijau”, bukan perkara mudah, karena menanganinya harus seumur hidup. Tipsnya simpel, fokus aja sama diri sendiri, ketika melihat orang yang “Lebih Hijau” dari kita, cukup katakan, “MaasyaAllah Tabarakallah”. Nggak percaya? Cobain aja sendiri. 😂😂😂😂

Percayalah, Semua Akan Berlalu

Teruntuk dirimu yang disana,

Yang merasa masalah datang bertubi-tubi,

Yang merasa sudah tidak ada harapan,

Percayalah, semua akan berlalu

Masalah akan terus datang,

Baik kita inginkan maupun tidak,

Dan menghadapi masalah adalah bagian dari pendewasaan diri,

Percayalah, semua akan berlalu,

Percayalah, pundakmu akan kuat membawa semuanya

Yang suatu hari nanti akan kau turunkan satu per satu dari pundakmu

Yang suatu hari, tidak akan ada lagi air mata jika mengingatnya

Yang ada hanya senyuman,

Tanda mengerti, mengapa semua terjadi

Tanda bahwa harus bersiap menghadapi hal baru di depan sana

Percayalah, semua akan berlalu

View this post on Instagram

#sabar #allah #quranquotes #quran #tegar #ikhlas #beban #baqarah #syawal #islam #muslimah #muslim #motivation #motivated #motivasi #motivasidiri Di luar sana, saat seseorang di amanahi sebuah beban banyak yang berbondong-bondong mencari sandaran. Dan merasa terpuruk saat sandaran itu hilang ataupun tidak ditemukan. Saat sandaran itu ada, terlalu nyaman bersandar tanpa sadar harus berjalan. Hingga lupa selalu ada lantai untuk bersujud. Lupa akan keajaiban sujud, yang kita bisikkan ke tempat terendah tapi didengar oleh langit. Percayalah, semua akan terlewati dengan sejalannya waktu. Disana Yang Maha Perencana sedang menyiapkan kejutan-kejutan indah. "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…" QS. Al-Baqarah:286

A post shared by yulijannaini (@yulijannaini) on

Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Sering saya mendengar cerita-cerita teman saya, yang kebanyakan sudah berumah tangga ketika saatnya gajian, hal yang mereka pikirkan adalah cicilan satu, cicilan dua, dan seterusnya. Sehingga tak jarang mereka kewalahan sendiri untuk mengatur keuangan. Hutang adalah salah satu dosa yang tidak akan terampuni walau mati syahid. Saya pribadi lebih memilih untuk mengumpulkan uang daripada berhutang. Bukan berarti hutang itu dilarang, hanya saja memang harus ada hal-hal yang harus dipikirkan ketika hendak berhutang. Yang akan saya sampaikan di postingan kali ini hanyalah pikiran sok tau saya aja lho ya… 😉😆😃 Lanjutkan membaca “Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang”

Alasan Kenapa Tidak Harus Beli Mobil

Salah satu goal yang bisa saya wujudkan di tahun 2018 adalah akhirnya saya punya SIM A dan bisa mengendarai mobil. Yeay…. 💃💃💃 Sejak jaman kuliah, saya bertekad memang ingin bisa mengendarai mobil sebelum menikah. Kenapa? Agar kelak ketika suami lelah mengendarai mobil, saya bisa bantu menggantikannya menjadi sopir. #azek 😎😎

Walaupun sekarang bisa mengendarai mobil, saya pribadi belum berminat untuk membeli mobil pribadi. Ada beberapa alasan kenapa tidak harus membeli mobil yang mungkin bisa dipetik pelajarannya. Lanjutkan membaca “Alasan Kenapa Tidak Harus Beli Mobil”

Cerita 01.01.2019 Tahun Baru, Hijrah, Mantan dan Muhasabah

Selamat datang 2019, semoga resolusi yang sudah teman-teman buat, semua terwujud. Aamiin Ya Allah.

Terus bagaimana Malam tahun barunya? Tahun ini sayabmemilih muhasabah di Masjid Namira Balikpapan. Kebetulan, Balikpapan Mengaji mengadakan Mabit akhir tahun dengan mengundang beberapa Ustadz.

Lanjutkan membaca “Cerita 01.01.2019 Tahun Baru, Hijrah, Mantan dan Muhasabah”