Daya Juang dan Ikhlas

Aku baru saja melihat ig story seorang teman. Disana ia menyatakan bahwa wanita butuh 15 hari untuk jatuh cinta, sedangkan laki-laki hanya butuh 8,2 detik untuk jatuh cinta. Entah riset darimana. Apakah ada yang sependapat? Yang kupahami, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Dan kita takkan pernah tahu berapa lama perasaan itu akan tumbuh dihati. Ada yang memilih memupuknya, ada yang memilih mendiamkannya hingga ia mencair, dan ada yang menyimpannya dalam-dalam. Sesungguhnya tidak ada yang paling benar, hanya masalah pilihan. Tapi menurutku ada tanggung jawab ketaatan ibadah didalamnya.

Dan tentang kamu, lagi-lagi tentang kamu. Yang terkadang, kamu bukan berarti benar-benar kamu. Ketika aku mendapati diri ini mencintaimu yang tidak mencintaiku, kurasa bukalah hal yang memalukan. Toh dalam mencintai, yang paling indah adalah cinta itu sendiri. Menggapaimu bukan hal yang mudah, aku harus bersaing dengan yamg lain, yang selalu menyebut namamu dalam ibadahnya. Dan ketika pada akhirnya kita tidak bertemu di ujung jalan, bukan masalah hebat bagiku. Karena ketika aku memutuskan untuk memperjuagkanmu, disana juga aku putuskan untuk mengikhlaskanmu. Semakin kuat aku memperjuangkamu, semakin kuat pula aku mengikhlaskanmu.

Duhai hati,

Kumohon,

Tetaplah seperti ini.

Iklan

Dear Ramadhan

Hai Ramadhan, bisakah kau berjalan lebih lambat lagi?

Aku butuh kamu, Duhai Ramadhan

Mengapa kamu berjalan begitu cepat

Sedang diri ini masih merangkak dalam beramal

Imanku, masih sama seperti bulan terdahulu,

lebih banyak turun dari pada naik

Banyak ilmu yang kuloncati daripada mendalami

Duhai Ramadhan,

Masih sudikah kau menungguku?

Sarana Kursi Roda di Balikpapan Plaza

Jadi ceritanya, kakak pertamaku yang kebetulan sedang sakit, request dari satu minggu yang lalu kepengen banget jalan-jalan ke Moll. Aku rasa wajar sih, sudah sekitar 3 (tiga) bulan semenjak serangan stroke kedua dia hanya berdiam diri di rumah.

Oke, akhirnya saya dan Kak Nila survey tempat yang bisa memungkinkan untuk dikunjungi Kak Udin. Dan ternyata ada sarana kursi roda di Balikpapan Plaza. Yang kebetulan jarak Balikpapan plaza dan rumah hanya 2 km saja. Sarana ini memang bisa digunakan untuk pengunjung Balikpapan Plaza. Syaratnya cukup mudah, kita hanya perlu menitipkan uang Rp 100.000 dan KTP untuk jaminan. Uang dan KTP yang dititipkan, bisa diambil ketika kita mengembalikan kursi roda.

Bagaimana dengan Mall yang lain? Saya kurang tahu sih, karena kemarin hanya sempat survey sarana kursi roda di Balikpapan Plaza. Mungkin ada yang bisa kasih info?

View this post on Instagram

Akhirnya, ada yang kesampaian juga nge-moll…

A post shared by yulijannaini (@yulijannaini) on

Aku teringat ketika kuliah, kalo dilihat-lihat lagi sangat intens dalam menulis, apalagi di dalam blog. Tanpa berpikir tulisan ini akan menghasilkan uang atau tidak. Nulis mah nulis weh, dan aku bahagia. Kebahagiaannya pun terasa banget saat itu. Ditambah sudah ada semacam “fans” dan viewer-nya hampir 300/hari. Berasa macam manusia berguna.

Intensitas menulis menurun ketika lulus kuliah, tepatnya saat bekerja. Aduhai, rasa malas hampir selalu hinggap di diri. Lalu mulailah aku rajin kembali, saat membeli web yulijannaini[dot]com tujuannya biar tambah semangat lagi nulis. Tapi ternyata, aku merasa ada yang salah dalam tulisanku. Yang kupentingkan bagaimana caranya setiap hari ada viewer yang banyak. Alhasil, tulisanku semacam sayur yang kurang dikasih garam. Hambar. Tidak sebahagia dulu, Setidaknya itu yang kurasakan.

Kembali kumerenung, apa yang salah? Dan yang kusadari, tujuan menulisku-lah yang mulai bergeser. Memang, tidak salah untuk mencari viewer. Tapi ya itu, bahagia-in dulu lah diri sendiri, sebelum orang lain.

Lalu, akhirnya aku ingin kembali ke alamat blogku yang lama, tapi sayang seribu sayang, blog-nya sudah di suspended 😭😭😭. Mau nggak mau buat alamat baru, dan memang jatuhnya mulai dari awal lagi.

Tapi setidaknya kali ini aku ingin menulis lagi seperti dulu. Yang tulisannya Yuli Jannaini banget. Yang banyak curcolnya tapi banyak hikmah yang bisa dipetik.

Mohon doanya agar istiqamah,

Mohon doanya juga agar niat menulinya diluruskan kembali.

Keutamaan Tarawih

Apa kabar ramadhan di malam ke-10 ini?

Apakah semangat ibadah masih ada padamu?

Apakah ajakan teman berbuka puasa dan mengobrol dengan teman lebih menggiurkan hingga melupakan Tarawih?

Tahukah keutamaan tarawih?

Mendapat ampunan dosa yang lalu

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

(HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya.

Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil.

Sholat bersama imam seperti sholat semalam suntuk

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”[8] Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesa .
Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil karena Allah adalah satu. Sebagaimana rakaat shalat witir yang ganjil, dan witir merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam haduts Rasulullah SAW berikut ini
“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”

Shalat tarawih adalah seutama-utamanya sholat

Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah.

Semoga kita termasuk orang yang berlomba-lomba dalam ibadah.

View this post on Instagram

Regrann from @berusahabaik – Assalamu'alaykum Masih males tarawih? Simak keutamaan Shalat Tarawih beerikut ini yuk : . 1. Mendapat ampunan dosa yang lalu Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. . Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. . 2. Sholat bersama imam seperti sholat semalam suntuk Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”[8] Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesa . Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil karena Allah adalah satu. Sebagaimana rakaat shalat witir yang ganjil, dan witir merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam haduts Rasulullah SAW berikut ini “Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.” . 3.Shalat tarawih adalah seutama-utamanya sholat) Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. #kalamberhijrah . Tag sahabat terbaikmu #BerusahaBaik Like & share jika bermanfaat. Beramal dibulan ramadhan yuk! Infak untuk santunan dan bukber anak yatim Cek link di bio yaa Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah – #reg

A post shared by yulijannaini (@yulijannaini) on

Balipapan, 26 Mei 2018

Ditulis ketika sempat melewatkan tarawih berjamaah dan melihat salah satu posting di instagram

Embun mengajarkanku,

Ada kesejukan ditengah hangatnya fajar

Hujan mengajarkanku,

Dia akan tetap turun ke bumi ditengah banyak orang memilih berteduh

Senja dan fajar mengajarkanku,

Mereka akan datang di waktu yang tepat, tidak dipercepat maupun diperlambat

Kamu, dia, mereka

Untuk semua, terimakasih telah mengajarkanku untuk berdiri setelah terjatuh

Tak peduli seberapa sering jatuh

Ada yang kutakutkan lebih dari ketakutan tidak bertemu denganmu di dunia.

Yang kutakutkan adalah jika aku belum bisa menyiapkan kematianku dengan baik.

Sebab dia bisa datang sebelum aku dan kamu bertemu.

Sedangkan aku terlalu sibuk menyiapkan diri dengan baik untuk bertemu denganmu.

Semoga kita menyiapkannya dengan baik.

Hingga nanti, kita tidak hanya bertemu dan berkumpul di dunia.

Tapi juga tempat terindah disana.