Spesial for K Nila

Happy B-day for you.. You born in the zoo.. Upss salah lirik.. hehehe… :mrgreen: Tanggal 9 dan 14 kemaren adalah hari ultahnya K Nila dan K Udin.
Buat K Nila semoga yang dicita-citakan tercapai, semoga segera bertemu dengan pasangan hidupnya. Wish you all the bestlah pokonya.
Buat K Udin semoga segera kondisi tubuhnya segera pulih seperti semula, dilancarkan rezekinya.

Aamiin..

image
Santap sampe abieezzz

Lanjutkan membaca “Spesial for K Nila”

Iklan

My Graduation

Akhirnya… (dengan nafas yang lega 😮 ) Saya lulus juga teman-teman :mrgreen: . Lega? Pasti. Khawatir? Pasti juga. Lega karena akhirnya melewati masa-masa menjadi mahasiswa. Khawatir karena akan keluar dari zona nyaman. Oke, sekarang saya bakalan cerita tentang wisuda saya yang akhirnya terlaksana pada tanggal 29 September kemaren.

Temen-temen yang biasanya berpakaian cuek semuanya berpakaian rapih. Sebagian para temen-temen perempuan pergi ke salon buat menyempurnakan dandannya pada hari itu. Bagaimana dengan saya? Alhamdulillah, baju kebaya kakak saya saat wisuda 5 tahun yang lalu masih muat di saya :mrgreen: dan soal make up, kebetulan kakak saya punya koleksi make up yang cukup lengkap ditambah kakak saya juga sudah terbiasa me-dandan-i saya kalo ke ondangan. Terus soal kerudung gimana? Cukup lama saya mempersiapkan ini, bagaimana caranya saya memakai kerudung tanpa harus berlebihan dan tetap menutupi dada serta tidak transparan.

Cumlaude ga? Saya termasuk mahasiswa yang tidak cumlaude hehehe :mrgreen: Selama di bangku kuliah, saya ini termasuk mahasiswa yang biasa-biasa aja. Tapi saya cukup puas dengan jerih payah saya selama ini. Setidaknya target untuk diri sendiri sudah terpenuhi. By the way, saya pernah ngerasain gimana rasanya dapet IP 4 dan saya juga pernah ngerasain dapet IP 2,7 (so what?? 😯 )

Trus PW alias Pendamping Wisudanya siapa? Yang jelas bukan suami saya, karena saya belum menikah :mrgreen: Saya ditemani Mamah dan K Nila (kakak ke 4 saya).

Kayaknya ga rame banget kalo cuma cerita, mending langsung liat foto-fotonya aja.

Lanjutkan membaca “My Graduation”

Pergi untuk kembali

Pergi untuk kembali, itulah kata-kata yang saya berikan untuk kota kelahiran saya, Balikpapan. Tanggal 9 kemaren, akhirnya saya kembali lagi ke Bandung. Ga kerasa pada pagi harinya saya masih sempat mengantarkan mamah ke pasar dan menjemput kakak saya dari pelabuhan speed, lalu sekitar bada magrib saya sudah ada di Bandung. Kalo aja ada gerbang Barqha pasti bisa lebih cepet ( :mrgreen: kalo soal gerbang Barqha akan saya ceritakan di lain kesempatan). Back to tppic, saya ke Bandung lagi untuk mengurusi beberapa hal seperti perasyaratan wisuda dan kepindahan saya ke Balikpapan. Setelah berpikir cukup panjang dengan beberapa pertimbangan, saya putuskan setelah wisuda untuk kembali ke Balikpapan. Tidak mudah untuk memutuskan ini, harus penuh keikhlasan untuk meninggalkan tempat saya tumbuh besar. Dari kelas 3 SD saya sudah tinggal di Bandung. Berarti sekitar 14 tahun saya di Bandung. Mungkin memang terdengar agak lebay, pada awalnya ada ketidakrelaan untuk meninggalkan Bandung. Ya temen-temennya, ya lingkungannya sudah membuat saya betah di Bandung. Tapi saya harus keluar dari zona nyaman ini. Setelah saya berkeliling Balikpapan selama kurang lebih 1bulan dan beristkharah pada akhirnya hati dan pikiran saya memilih kota Balikpapan untuk perjalanan hidup saya setelah lulus kuliah. InsyaAllah ini keputusan yang terbaik.

image
keluarga yang kurindukan

Si Bayi Besar

Si Bayi Besar itulah panggilan lain dari K Udin sekarang. Masih ongat dengan kakak saya yang sakit pembengkakan otak? Beberapa hari ini banyak yang menanyakan beliau bahkan ada yang ga percaya dengan cerita saya. Ada yang menuduh saya bohonglah, penipu dan lain-lain. Tentunya, saya tidak terima. Ada yang bilang saya kok kerjaannya jalan-jalan? Lha wong rumah mama saya di Balikpapan itu termasuk pusat kota. Jalan kaki 10 menit udah nyampe pantai. Ada juga yang bilang, kok saya ga kelihatan sedih bahkan terkesan hidup bahagia dan santai. Ngapain juga sedih berlarut-larut sedangkan banyak hal yang masih harus saya syukuri. Toh bersedih ga menyelesaikan masalah. Dan ada sebuah keyakinan kuat di diri saya, bahwa Allah ngasih masalah sepaket sama solusi. Tugas kita adalah berusaha dan berdoa. Soal hasil serahkan pada Allah. Toh Allah tau apa yang terbaik buat kita.
Back to topic, Alhamdulillah kaka saya sekarang keadaanya sudah membaik. Sekarang dia sudah bisa jalan sendiri walau harus tetap diawasi karena tubuh sebelah kananya masih belum berfungsi dengan baik. Ka Udin sempat koma selama 1 minggu, dan katanya saat koma, dia bermimpi bertemu K Unay(kakak sebelum K Udin yang meninggal saat usianya baru masuk hitungan menit), papah, dan nenek. Entah bagaimana ia bisa mengenali wajah K Unay. Yang jelas K Unay dan papah yang melarang K Udin pergi dalam mimpinya.
Saat saya sampai di Balikpapan tanggal 10 Agustus sekitar jam 22.30 WITA. K Udin ternyata belum tidur. Ia hanya bisa berbaring, jikapun di dudukan harus ada sandaran karena ia belum bisa menyeimbangkan badannya.
Tapi, ternyata 2 hari setelah itu K Udin bisa walau masih goyang-goyang. Dan sampai sekarang perkembangan kesembuhannya cukup terbilang cepat. Salah satu kelemahan saya adalah memasukkan dan mengeluarkan motor dari rumah. Dia sering memberi saya arahan dan selalu tertawa puas melihat muka saya kebingungan.
So, masih ga percaya? Silahkan mampir ke rumah mamah saya di Balikpapan kalo mau membuktikannya.

image
Ini baru bisa duduk dan lagi berjemur di luar rumah
image
Akhirnya bisa jalan-jalan juga, walau masih pake kursi roda
image
dicium naya

Nb: maaf ya kalo di paragraf pertama kalo terkesan emosi #akuhanyamanusiabiasa

Jalan-jalan Pagi di Pantai

Kebetulan rumah mamah saya di balikpapan itu dekat pantai. Dan tadi pagi mamah mengajak saya untuk berolah raga. Suasana pagi di dekat rumah sudah cukup ramai dengan orang tua beserta anaknya yang sedang siap-siap berangkat, padahal saat itu baru menunjukan jam 6 pagi WITA. Sekedar informasi di dekat rumah bukan hanya dekat pantai tapi ada beberapa sekolah, rumah sakit, pasar, mal, mesjid besar dan lapangan yang biasanya dipakai untuk berolahraga. Bisa dibilang rumah di Balikpapan ini termasuk pusat kota. Jadi enak kalo kemana-mana.
Back to topic, akhirnya mama dan saya memutuskan untuk mampir ke pantai Kemala dekat rumah, ternyata sepi sekali sodara-sodara (ya iyalah wong baru jam 6 pagi). Disana hanya terlihat bapak-bapak yang sepertinya sedang berlatih tenaga dalam. Ada yang menarik disana yaitu para kepiting pada keluar. Muncullah ide untuk menangkapnya buat mainan keponakan saya. Tapi saat didekati para kepiting itu langsung menggali lobang untuk bersembunyi. Sekitar 1 jam saya dan mamah berburu kepiting (lumayan lari pagi). Kepiting ga dapat mamah malah dapat kacamata hitam. Hehe..
Lari pagi di sekitar rumah itu menyenangkan, kita bisa sehat dan bisa lebih mengenal warga.setempat. Cukup memberi senyum dan salam kepada orang-orang sekitar bisa mempererat tali silahturahmi.

image
Ga dapet kepiting kacamatapun jadi :mrgreen: