Maukah berjuang denganku?

Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Iklan

Adakalanya aku menatap senja sendirian

Saat itu aku merasa hanya ada aku dan senja

Tanpa takut apa yang akan terjadi nanti

Aku hanya menikmati senja

Tersenyum menatap senja

Berharap suatu hari nanti

Akan ada waktunya aku tersenyum bersamamu

Iya, kamu…

😊😊😊😊

Sekedar Asa

Kumpulan asa itu bercampur menjadi satu.

Bercampur dalam kalimat demi kalimat,

kalimat yang diucapkan dalam doa

dan tertuliskan dalam selembar kertas

Dimana kita tidak bisa melawan suratan takdir yang sudah terlukis.

Perih yang terlihat,

walau sebenarnya itu yang terbaik

Berharap sang Pengabul Doa bersedia memeluk rapih setiap asa

dan memberikannya suatu hari nanti

 

Harapan

Berdiri sseeorang di dermaga harapan
Menuliskan harapan-harapan tentang masa depan
Tersirat senyum saat kata terakhir tertuliskan
Melipat kertas menjadi perahu
Ia lepaskan perahu-perahu kertas itu
Membiarkan perahu-perahu kertas terbawa ombak
Tenggelam tersapu ombak
Entah ombak kan membawanya kemana

image

Teruntuk Seseorang

Entah kapan kau menjemputku, but never mind.

Insyaallah I always keep my heart just for you.

Walaupun aku belum tau siapa dan dimana dirimu, entah kenapa ada keyakinan bahwa kita akan menciptakan bangunan yang kokoh dalam rumah tangga kita.

Mereka bertanya,” kapan kita menyebar undangan?”

Maka aku akan bilang bahwa kita masih berusaha untuk menjadi manusia yang pantas.

Hingga Dia bilang kita sudah pantas. Jika waktu itu harus segera datang dan kita merasa tidak pantas,

maka genggamlah tangan ini untuk berusaha bersama-sama memantaskan diri.Β 

Aku mencoba untuk tidak pernah mengkhawatirkanmu, karena aku yakin jika hatimu pasti dijaga oleh-Nya.Β 

Mereka yang sudah menggenapkan bertanya,

“Kapan nyusul?”

Entah kenapa aku merasa mungkin mereka khawatir,

Padahal diriku dan dirimu sekarang tenang-tenang saja.

Biarkan saja orang lain berkicau semau hati mereka,

yang penting kita tetap luruskan niat dan yakin bahwa hari itu akan datang di waktu yang tepat

So, teruntuk seseorang disanaΒ 

Keep Hamasah ya…

Abstrak

Setiap orang mempunyai caranya sendiri untuk menyayangi.
Ada yang secara terang-terangam,
ada yang hanya diam dalam doanya, bahkan ada yang menyampaikan rasa sayangnya dengan marah-marah.
Anggaplah aku seorang awam yang tidak tau cara menyayangi.
Tidak tau bagaimana caranya bertindak maupun bersikap.
Ada yang bilang niat yang baik belum tentu caranya baik
belum tentu hasilnya baik
jangan pernah menyatakan aku sudah berbuat baik
tapi tetaplah terus berbuat baik
lupakan kebaikan yang pernah kita buat
dan ingatlah kebaikan orang lain
ada sebagian yang bilang “ngomong sih gampang”
lalu ada yang menjawab,
“kalo gampang surga penuh dong”
apakah yang kuharapkan?
terlihat baik atau baik beneran?
hanya bisa terlihat baik sehingga bisa jadi baik beneran
terlihat sayang sehingga sayang beneran