Membutuhkan

Jangan suka merepotkan orang lain, bantulah orang lain, belajarlah mandiri. Itu yang selalu ditanamkan oleh almarhum papah ke anak-anaknya. Termasuk anak bungsunya, aku. Saking selalu melakukan apa-apa sendiri, sering dibilang tidak membutuhkan orang lain. Sungguh, aku tetap membutuhkan orang lain. Hanya jadinya sungkan untuk meminta tolong.

Aku hanya merasa harus membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Terkadang, yang membuat sungkan adalah ketika aku merasa itu hanya sebuah keinginan bukan kebutuhan.

Kita memang tetap membutuhkan seseorang, tapi jangan sampai kita merepotkan apalagi membebani seseorang. Dalam kondisi butuh, jangan sampai kita memaksa. Jika orang yang kita minta tolong itu tidak bisa, jangan mengeluh dan mengingat jasa yang pernah kita buat terhadap yang bersangkutan. Karena hanya menandakan kita tidak ikhlas saat membantu dan tak ada nilai pahalanya.

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri QS Al Isra 17:7
Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri QS Al Isra 17:7
Iklan

Sampaikanlah Dengan Santun

Ada pengalaman menarik beberapa hari yang lalu saat saya menemani teman makan siang saat transit ke Balikpapan. Tiba ketika dimana kita ingin berfoto bersama, minta tolonglah kami kepada salah satu staff resto untuk mengambil gambar. Kira-kira kurang lebih percakapannya seperti ini.

Saya: Mas, tolong fotokan kami dulu dong sebelum pulang

Staff: Mohon maaf sekali mba, saya tidak mengambil foto, tapi jika hendak mengambil foto, silahkan saja

Saya: (mikir dulu mencerna kata-katanya | dasar lemot πŸ™ˆπŸ™ˆ) Oh, gitu ya mas? Ya Udah deh gpp

Staff: Iya mba, mohon maaf ya mba

Saya sampaikan kepada teman-teman saya, dan semua memakluminya. Akhirnya kami berfoto bersama dengan salah satu orang mengalah tidak difoto.

Yang saya ingin garis bawahi disini, bukanlah soal prinsip yang beliau pegang, tapi cara penyampaiannya yang baik dan santun. Toh tiap orang memang berhak memegang suatu prinsip. Tidak semua orang pandai menyampaikan pendapatnya didepan orang yang berbeda pendapatnya, termasuk saya. Sampaikanlah dengan santun, dengan begitu orang akan mudah memahamimu.

Buat pemilik resto dan para staffnya, Barakallah ya…

Semoga usahanya lancar jaya…

Semoga saya juga dapat menyampaikan sesuatu dengan santun…

Aamiin…

Sabtu Bersama Bapak

Buku Sabtu Bersama Bapak, awalnya saya lihat distatus Path seorang teman sekitar tahun 2015-an. “Wah kayaknya menarik, harus baca” itulah dalam benak saya. Tapi hanya sekedar wacana, saya pun akhirnya nonton filmnya dulu dan akhirnya baca baru-baru ini. Itupun pinjem ke Ucup, Hehehe.. Mamacih Ucup. Saya bukan pe-review handal sih, tapi saya bakal cerita pandangan saya sama buku ini dengan sedikit sinopsis.

Pertama kali baca buku ini pas ujan di cafe Kahua, mata udah berkaca-kaca aja pas awal baca πŸ˜…πŸ˜…

Lanjutkan membaca “Sabtu Bersama Bapak”

30DBC #8 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini

Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini – Kenapa saat ini? Karena jika dilihat di list keinginan ada lebih dari 100 yang ingin dicapai. Jadi yang akan saya sampaikan disini adalah 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini, target pencapaian di akhir tahun 2018 (karena 2017 sebentar lagi berakhir). Minggu-minggu ini saya melihat kembali daftar keinginan. Ternyata tidak banyak yang saya capai. Hiks sedih 😒πŸ˜₯😭😭. Dan baru-baru ini dapat gambar quotes dari Maya, adik kelas nan jauh di Korea sana, isi quotesnya seperti ini : Lanjutkan membaca “30DBC #8 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini”

Sinar untuk Desa Mului

Pernah dengar yang namanya Desa Mului? Desa Mului berada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Desa ini merupakan bagian dari kecamatan Muara Komam, kabupaten Paser ini memiliki keterbatasan akses jalan dan transportasi yang layak. Jika melakukan perjalanan dari Balikpapan bisaΒ  memakan waktu kurang lebih 9 jam melalui akses darat dan laut. Faktor-faktor ini akhirnya membuat desa ini sangat minim fasilitas, salah satunya akses listrik. Sehingga sangat membatasi kegiatan masyarakat di desa Mului. Lanjutkan membaca “Sinar untuk Desa Mului”

Cerita 100917: Belajar Bersyukur

Cerita 100917: Belajar Bersyukur – Kemarin saya mengikuti kajian muslimah Ustad Salim A Fillah di Islamic Centre Balikpapan. Subhanallah banyak sekali akhwat-akhwat berkumpul menjadi satu dengan tujuan mencari ilmu salah satunya adalah Belajar Bersyukur. Sejujurnya cukup lama saya tidak hadir di majelis ilmu karena bebrbagai aktivitas. Bener-bener PeeR besar banget deh kalau masalah manajemen waktu. Oke balik lagi ke bahasan kajian, Ustad Salim membahas tentang Syukur. Berikut beberapa point yang saya catat, selamat menikmati….

Syukur adalah ekspresi keimanan kita dikala mendapat nikmat.

Syukur di dalam Al Quran di ulang sebanyak 75 x. Begitu pula dengan kata bala/musibah, di dalam AlQuran juga diulang sebanyak 75x.

Syukur adalah separuh dari iman, dan separuhnya lagi adalah sabar.

Lanjutkan membaca “Cerita 100917: Belajar Bersyukur”

Cerita 070917 Main Badminton

Cerita 070917 Main Badminton – Ini adalah cerita saya kemaren lusa. Jadi ceritanya, saya sedang dekat dengan segerombolan anak (berjiwa) muda. Awal kedekatan kami adalah acara Kelas Inspirasi Balikpapan 5 yang kebetulan kami disatukan dalam satu kelompok. Dan alhamdulillah, walau acara KI BPN 5 sudah lewat, silahturahmi tetap terjaga bahkan ada beberapa kegiatan sosial lainnya yang kita ikuti.

Cerita 070917 Main Badminton
Cerita 070917 Main Badminton : Sehat kuy…

Lanjutkan membaca “Cerita 070917 Main Badminton”