Membutuhkan

Jangan suka merepotkan orang lain, bantulah orang lain, belajarlah mandiri. Itu yang selalu ditanamkan oleh almarhum papah ke anak-anaknya. Termasuk anak bungsunya, aku. Saking selalu melakukan apa-apa sendiri, sering dibilang tidak membutuhkan orang lain. Sungguh, aku tetap membutuhkan orang lain. Hanya jadinya sungkan untuk meminta tolong.

Aku hanya merasa harus membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Terkadang, yang membuat sungkan adalah ketika aku merasa itu hanya sebuah keinginan bukan kebutuhan.

Kita memang tetap membutuhkan seseorang, tapi jangan sampai kita merepotkan apalagi membebani seseorang. Dalam kondisi butuh, jangan sampai kita memaksa. Jika orang yang kita minta tolong itu tidak bisa, jangan mengeluh dan mengingat jasa yang pernah kita buat terhadap yang bersangkutan. Karena hanya menandakan kita tidak ikhlas saat membantu dan tak ada nilai pahalanya.

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri QS Al Isra 17:7
Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri QS Al Isra 17:7

Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa

Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa – Sebelum saya review filmnya, izinkan saya curcol sedikit alias banyak kisah saya akhirnya mau nonton film ini. Sejujurnya awalnya tidak tertarik nonton Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa ini. Kenapa?

Pertama, karena tiketnya MAHAL

Jadi, Film Duka Sedalam Cinta ini tidak tayang secara reguler di Kota Balikpapan. Awal November ini saya ditawari untuk ikut nonton bareng dengan harga tiket Rp 50.000 – Rp 150.000. Jelassss, jiwa emak-emak saya keluar, “Ga mau ah, mahal”. Lanjutkan membaca “Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa”

30DBC #5 Momen yang Membanggakan dalam Hidup

Momen yang Membanggakan dalam Hidup – Jika dipikir-pikir, 30 hari tantangan blogging ini membuat kita jadi agak narsis ya. Hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Dan di tema Momen yang Membanggakan dalam Hidup ini berhasil membuat saya kebingungan, karena bingung mau nulis apa πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ. Mungkin yang akan saya sebutkan akan terdengar sepele, tapi percayalah ini adalah momen yang Membanggakan dalam Hidup yang langsung terlintas di pikiran saya. Cukup 5 momen yang akan saya sebutkan, karena kalau kebanyakan, bisa-bisa saya bakal narsis beneranΒ πŸ˜πŸ˜œπŸ˜›. Lanjutkan membaca “30DBC #5 Momen yang Membanggakan dalam Hidup”

Maukah berjuang denganku?

Maukah berjuang denganku? – Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Cerita 100917: Belajar Bersyukur

Cerita 100917: Belajar Bersyukur – Kemarin saya mengikuti kajian muslimah Ustad Salim A Fillah di Islamic Centre Balikpapan. Subhanallah banyak sekali akhwat-akhwat berkumpul menjadi satu dengan tujuan mencari ilmu salah satunya adalah Belajar Bersyukur. Sejujurnya cukup lama saya tidak hadir di majelis ilmu karena bebrbagai aktivitas. Bener-bener PeeR besar banget deh kalau masalah manajemen waktu. Oke balik lagi ke bahasan kajian, Ustad Salim membahas tentang Syukur. Berikut beberapa point yang saya catat, selamat menikmati….

Syukur adalah ekspresi keimanan kita dikala mendapat nikmat.

Syukur di dalam Al Quran di ulang sebanyak 75 x. Begitu pula dengan kata bala/musibah, di dalam AlQuran juga diulang sebanyak 75x.

Syukur adalah separuh dari iman, dan separuhnya lagi adalah sabar.

Lanjutkan membaca “Cerita 100917: Belajar Bersyukur”

Cerita, Idul Adha 1438 H

Selamat idul Adha…

Mohon maaf lahir dan batin…

Bagaimana Idul Adha-mu? Aku shalat ied di Lapangan Merdeka Balikpapan. Shalat Idul Adha-ku pagi ini disambut oleh rintiknya hujan. Walau seperti itu, banyak orang tetap menjalani Shalat sampai selesai. Kebanyakan orang yang membawa anak mengungsi ke masjid Istiqamah. Ada juga yang melaksanakan shalat dengan membawa berbagai dagangan seperti balon gas, kacang, telur puyuh, kapas gula dll. Dengan berbagai keadaan, semua jamaah tetap menyambut Idul Adha dengan bahagia. Kebahagiaan itu jelas terpancar di senyum mereka masing-masing.

Walau isi ceramah dan doa tidak begitu jelas terdengar, karena keterbatasan Sound system. Saya dan keluarga saya tetap memilih bertahan ditengah gerimis, demi melaksanakan rukun-rukun yang disunnahkan. 

Dapet foto dari Mba Rara, kondisi yang Shalat ied di BIC

By the way, ini pengalaman pertama saya melaksanakan Shalat Ied dalam keadaan hujan. 

Allahumma Shoyyiban Naafi’aan

– Ya Allah, turunkan kepada kami hujan yang bermanfaat

Rasanya balik lagi Ke jaman Kecil yang cuek main hujan-hujanan. Kali ini ga pake dilarang sama mamah πŸ˜†πŸ˜†. 

Ternyata disisi lain Balikpapan ada hujan yang lebih deras seperti di foto. Saya nggak foto? Ya enggaklah, masih trauma dengan kejadian hp terjun (tanpa) payung. Cukup save di memori otak dan menceritakannya disini.

Ini ceritaku, mana ceritamu?