Maukah berjuang denganku?

Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Iklan

Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Cerita 100917: Belajar Bersyukur

Kemarin saya mengikuti kajian muslimah Ustad Salim A Fillah di Islamic Centre Balikpapan. Subhanallah banyak sekali akhwat-akhwat berkumpul menjadi satu dengan tujuan mencari ilmu. Sejujurnya cukup lama saya tidak hadir di majelis ilmu karena bebrbagai aktivitas. Bener-bener PeeR besar banget deh kalau masalah manajemen waktu. Oke balik lagi ke bahasan kajian, Ustad Salim membahas tentang Syukur. Berikut beberapa point yang saya catat, selamat menikmati….

Syukur adalah ekspresi keimanan kita dikala mendapat nikmat.

Syukur di dalam Al Quran di ulang sebanyak 75 x. Begitu pula dengan kata bala/musibah, di dalam AlQuran juga diulang sebanyak 75x.

Syukur adalah separuh dari iman, dan separuhnya lagi adalah sabar.

Lanjutkan membaca “Cerita 100917: Belajar Bersyukur”

Cerita, Idul Adha 1438 H

Selamat idul Adha…

Mohon maaf lahir dan batin…

Bagaimana Idul Adha-mu? Aku shalat ied di Lapangan Merdeka Balikpapan. Shalat Idul Adha-ku pagi ini disambut oleh rintiknya hujan. Walau seperti itu, banyak orang tetap menjalani Shalat sampai selesai. Kebanyakan orang yang membawa anak mengungsi ke masjid Istiqamah. Ada juga yang melaksanakan shalat dengan membawa berbagai dagangan seperti balon gas, kacang, telur puyuh, kapas gula dll. Dengan berbagai keadaan, semua jamaah tetap menyambut Idul Adha dengan bahagia. Kebahagiaan itu jelas terpancar di senyum mereka masing-masing.

Walau isi ceramah dan doa tidak begitu jelas terdengar, karena keterbatasan Sound system. Saya dan keluarga saya tetap memilih bertahan ditengah gerimis, demi melaksanakan rukun-rukun yang disunnahkan. 

Dapet foto dari Mba Rara, kondisi yang Shalat ied di BIC

By the way, ini pengalaman pertama saya melaksanakan Shalat Ied dalam keadaan hujan. 

Allahumma Shoyyiban Naafi’aan

– Ya Allah, turunkan kepada kami hujan yang bermanfaat

Rasanya balik lagi Ke jaman Kecil yang cuek main hujan-hujanan. Kali ini ga pake dilarang sama mamah 😆😆. 

Ternyata disisi lain Balikpapan ada hujan yang lebih deras seperti di foto. Saya nggak foto? Ya enggaklah, masih trauma dengan kejadian hp terjun (tanpa) payung. Cukup save di memori otak dan menceritakannya disini.

Ini ceritaku, mana ceritamu?

Kutipan Hugh Ross di The Fingerprint of God

Dituliskan ahli astronomi Hugh Ross dalam bukunya The Fingerprint of God (diambil dari Buku Beyond the Inspiration karya Felix Y Siauw):

Jika gravitasi di permukaan bumi lebih kuat dari sekarang, maka atmosfer menahan terlalu banyak amonia dan methana. Jika lebih lemah, maka atmosfer planet akan terlalu banyak kehilangan air.

Jika jarak bumi dengan matahari lebih jauh, maka planet akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil. Jika lebih dekat, maka planet akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil.

Jika kerak bumi lebih tebal, maka terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi. Jika lebih tipis maka aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.

Jik pergantian siang dan malam lebih lama, maka perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar. Jika lebih cepat, maka kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi.

Jika interaksi gravitasi bumi dengan bulan lebih besar maka efek pasang-surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak. Jika lebih kecil maka perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim.

Jika medan magnet lebih kuat maka badai elektromagnetik terlalu merusak. Jika lebih lemah, maka kurang perlindungan dari radiasi yang membahayakan dari bintang.

Jika perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima pada permukaan lebih besar, maka zaman es tak terkendali akan terjadi. Jika lebih kecil, maka efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi.

Jika perbandingan oksigen dengan nitrogen lebih besar maka fungsi hidup yang maju berjalan terlalu cepat. Jika lebih kecil maka fungsi hidup yang maju berjalan terlalu lambat.

Jika kadar ozon lebih besar, maka suhu permukaan bumi terlalu rendah. Jika lebih kecil maka suhu permukaan bumi terlalu tinggi; terlalu banyak radiasi ultraviolet.

Jika aktivitas gempa lebih sering, maka terlalu banyak makhluk hidup binasa. Jika jarang maka bahan makanan di dasar laut yang dihanyutkan aliran sungai tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik.

 

Beyond the Insoiration part 1 “Life is Choice”

Seperti target yang sudah saya share, saya mau selesaikan baca buku Beyond the Inspiration karya ustd. Felix Y Siauw. Kenapa pengen baca? Karena buku sudah saya punya sekitar 5 tahun, tapi belum permah saya baca secara serius, paling cuma baca-baca sekilas. Ada yang kebiasaan kurang baik dari saya, kalo mampir ke rumah, kalian bakal nemuin banyak buku. Asa gaya gitu ya banyak buku. Padahal ga semua buku sudah saya baca. Bahkan lebih banyak belum dibaca daripada yang sudah dibaca. So, saya putuskan untuk menyicil baca. 

Pembahasan yang dibahas buku ini adalah “Life is Choice”. Mun kata bahasa Indonesia mah Hidup adalah Plihan. Kata-kata yang sudah nggak asing di telinga kita. Sering banget orang berkeluh kesah, termasuk saya. Kenapa saya seperti ini, kenapa saya seperti itu. Kenapa saya tidak bisa begini, kenapa saya tidak bisa begitu. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah itu adalah pilihan kita sendiri. Diri kita saat ini adalah akumulasi dari pilihan-pilihan hidup kita. Tidak usah menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan. Hidup anda, adalah pilihan anda sendiri. Jika kalian merasa hidup kalian “Berantakan”, maka pilihlah, tetap hidup seperti itu atau menentukan pilihan yang lain. “With Great Choice comes great investment, consequences & Risk”. Setiap pilihan memiliki investasi, konsekuensi dan resiko tertentu. Semakin besar pilihan seseorang, maka semakin besar pula pengorbanan yang harus diberikan semakin besar pula investasi, konsekuensi dan risikonya. Itulah orang istimewa. Orang biasa, akan memilih pilihan yang mudah. Dan orang yang istimewa itu pasti jumlahnya lebih sedikit dari yang biasa. Apakah saat ini kita adalah orang yang biasa atau istimewa? Jika kita masih termasuk orang biasa, maka apakah kita akan tetap memilih menjadi biasa, atau berubah menjadi istimewa. 

LIFE IS CHOICE

So, apa pilihanmu?