Pagi-pagi sekali smartphoneku sudah berbunyi tanda ada notifikasi yang masuk. Saat kulihat ternyata hanya notifikasi dari Facebook yang mengingatkan bahwa hari ini ada yang berulang tahun. Beberapa nama keluar, dan salah satunya adalah kamu. Iya, kamu yang belum pernah kutemui secara langsung tapi begitu berkesan di hati.

Kuberanikan untuk mengirimkan ucapan selamat ulang tahun padamu. Tak kuduga ternyata ada balasan darimu. Mengucapkan terima kasih dan menanyakan tahu darimana. Awalnya aku pikir akan mengarang cerita untuk menjadi bahan obrolan kita berdua. Aku rasa akan menyenangkan jika ada bahan obrolan denganmu.

Aku urungkan niatku itu. Aku tidak mau mengarang cerita untuk kita. Biarkan yang membolak-balikkan hati yang menciptakan cerita untuk kita. Jika kita memang berjodoh, maka itu akan menjadi cerita yang sangat indah untuk kita. Tapi jika tidak, tidak masalah bagiku. Toh, aku hanya kehilangan orang yang tak mau diisi hatinya.

 

Iklan

Tahukah kamu?

Kau ingat? Saat pertama kali kau membalas SMSku? Saat itu kau sedang berulang tahun, aku memberikan doaku melalui SMS. Kau tahu? Aku bahkan menyebut namamu dalam setiap doaku. Aku berharap itu menjadi salah satu hal romantis yang kulakukan padamu.
Kau tahu? Diam-diam aku hampir setiap hari membuka media sosial, berharap ada namamu muncul. Hanya dengan melihatmu di dunia media sosial bisa membuat senyumku bertahan cukup lama.
Kau tahu? Sahabat terdekatku mengatakan perasaan ini sungguh sangat tidak masuk akal. Bahkan dia mengatakan aku harus konsultasi kepada psikiater.
Kau tahu? Perasaan ini tidak pernah bergerak walau hanya satu jengkal dalam waktu yang lama. Dan entah sampai kapan perasaan ini akan seperti ini.
Kau tahu? Setiap awal, pasti ada akhir. Begitu juga perasaan ini. Besar harapanku perasaan ini berakhir pada sebuah akad pernikahan. Jikapun tidak, biarkanlah perasaan ini habis dimakan waktu dan takdir.

Love Someone

“If You Love Someone just tell.”
Itulah kata-kata yang kau ucapkan saat kita sedang membicarakan Cinta. Aku hanya membalasnya dengan senyum saat itu. Aku langsung menundukkan pandanganku sambil tetap tersenyum saat kekasihmu menyuapkan sepotong kue coklat kesukaanmu lalu merangkul tanganmu.
Bagiku cinta tidak sesederhana itu. Memang harus dikatakan, tapi harus diwaktu yang tepat. Aku tidak akan akan semudah itu mengumbar cintaku.
Kamu, orang yang selama ini di hatiku. Entah bagaimana jalannya aku bisa mencintaimu dalam waktu yang lama. Kau tampaknya sangatlah setia dengan kekasihmu yang sekarang. Dan aku tetap setia mencintaimu. Entah sampai kapan perasaan itu akan tetap ada. Bagiku mencintai bukan sekedar mengatakan. Ada tanggung jawab ketaqwaan dan keimanan yang harus kupegang teguh. Saat ini, mencintaimu dalam doa, rasanya lebih indah daripada harus menjadi kekasih semumu.

Kau Memang Spesial, Tidak Denganku.

Don’t Stalker Let’s Talk 🙂

Itulah tulisan yang kamu pampang di sana. Kukumpulkan segala keberanianku untuk maju. Baru aku mau mengangkat kakiku, bukan maju tapi malah berbalik dan mengurungkan diri. Kamu spesial, selalu spesial. Tidak denganku yang hanya berani melihatmu secara diam-diam. Mengirimmu beberapa pesan yang tak kutuliskan pengirimnya.

Orang yang mencinta selalu bertindak, walau sekedar menunggu. Itulah yang kulakukan dalam waktu yang cukup lama. Jika memang suatu hari nanti kau memilih yang lain, tak apa. Kamu memang spesial, tidak denganku. Dan jika suatu hari nanti akhirnya aku memilih orang lain, bukan karena kamu tidak spesial lagi. Hanya takdir yang memang tidak memihak kita. Kamu tetaplah spesial, tidak denganku.

Pesan ke 388

Sudah hampir 20 menit wanita itu melihat layar Hand Phonenya yang kini ada di tangannya. Mengetik sesuatu, lalu menghapusnya kembali. Berpikir seolah dia mengerjakan ujian yang paling susah. Sekali lagi dia memeriksa pesan yang akan dia kirimkan, menambahkan beberapa kata dan menghapus beberapa kata. Akhirnya dia tekan juga tombol kirim setelah menit ke 45.

388 pesan sudah dikirimkan kepada orang yang sama setiap pagi, dengan isi SMS yang berbeda setiap harinya. Isi SMS yang dikirim adalah kata-kata untuk membangkitkan semangat setiap hari. Setiap pagi wanita itu selalu memikirkan kata-kata apa lagi untuk sang penarik perhatian. Aneh tapi nyata, si Wanita bahkan tidak pernah bertemu dengan orang yang selalu dia kirimkan kata-kata semangat setiap pagi.

“Kamu masih kirim SMS ke laki-laki itu?” tanya sahabat baiknya, dan wanita itu hanya membalas dengan senyuman.

“Kamu aneh, padahal belum pernah ketemu, yang kamu tahu kan cuma namanya,” sahabatnya melanjutkan.

“Aku setiap hari melihatnya,” sahut si Wanita sambil tetap memberikan senyum.

“Iya kamu memang setiap hari melihatnya di dunia maya. Dit, dengarkan aku, kamu itu wanita yang baik, solehah, dan pintar. Banyak laki-laki yang jelas asal-usulnya rela mengantri untuk menjadi suamimu. Aku lihat laki-laki yang setiap hari kamu kirimkan pesan bukanlah laki-laki Sholeh, bahkan terakhir kulihat dia berpacaran.”

“Aku tahu, tapi aku harus menyelesaikan perasaan ini sampai tuntas. Laki-laki yang setiap hari kukirimkan SMS itu baik Hani. Hanya belum tahu hukum-hukum agama.” Jawab wanita itu.

“Hm, ya sudah terserah kamu.”

Obrolan mereka terpotong saat seorang dosen masuk ke kelas mereka. Wanita itu merasa Hand Phonenya bergetar tanda ada SMS, diam-diam dia melihat isi pesan itu.

Terima Kasih karena selama ini selalu mengirimkan pesan-pesan bersemangat. Saya tidak tahu kamu siapa, tapi saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena isi SMS andalah yang selalu memberi semangat setiap paginya. Dan membuat saya selalu ingin memperbaiki diri.

-AP

Wanita itu tersenyum.

Ya, benar akhirnya wanita itu mendapat balasan pesan setelah pesan ke 388.

Aku baru saja membaca buku Hujan Matahari karya Kurniawan Gunadi. Sepertinya pengguna tumblr sudah tidak asing dengan namanya.

Hujan tidak pernah tahu dimana dia akan jatuh.

Maka beruntunglah hujan yang jatuh di tempat yang tepat .

Di tempat yang sedang membutuhkan hujan.

Aku adalah tempat itu dan kamu adalah hujan”

Itulah penggalan kata dari bukunya. Seperti aku dan kamu. Aku teringat saat hati ini terasa sepi, tak ada 1 orangpun yang menarik perhatianku. Sampai suatu saat kakak perempuanku menyebut namamu, nama yang tak pernah kukenal, orang yang belum pernah kutemui. Nama yang unik, dan mudah sekali menemukanmu di dunia maya. Kamu tahu? Saat kamu menerima pertemananku di salah satu media sosial, betapa bahagianya diriku saat itu. Hanya berbekal nama lengkap dan cerita dari kakak perempuanku, membuatmu begitu spesial sejak saat itu. Aku tidak mengerti bagaimana hal yang sesepele itu membuatmu spesial untukku.
Aku melihat foto-fotomu, berharap belum ada seseorang yang spesial untukmu. Jika dirimu sudah punyapun tidak masalah bagiku, karena bagiku kamu tetaplah spesial. Dari foto-foto dan tulisan-tulisan yang kamu buat di dunia maya, akhirnya ada beberapa hal yang kuketahui. Kamu lulusan UI jurusan Himpunan Internasional, yang membuatmu lumayan sering berjalan-jalan ke Luar Negeri. Kamu juga mengajar bahasa German di suatu lembaga, pantas saja kulihat ada fotomu bersama beberapa bule dan kamu sangat mendukung negara German saat piala dunia kemaren.
Idul Fitri kemaren, kamu berfoto dengan ibumu. Ibumu sangat cantik dan modis, rasa-rasanya aku bisa belajar fashion dari ibumu. Saat orang lain sibuk kerumah sanak saudara, kamu malah sibuk ke tempat permainan ice skating. Sejak saat itu aku tahu, kamu suka sekali bermain ice skating. Bisakah kau mengajarkanku? Pertanyaan yang mungkin hanya bisa kutuliskan disini.