Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Iklan

Sehat kuy…

Anda merasa sering pegel-pegel?

Kepala pusing?

Sakit kepala sebelah?

Berat badan bertambah?

Sejujurnya pertanyaan-pertanyaan diatas, dulu yang sering saya alami. Bukan hanya saya, tapi kakak saya. Tenang, disini saya nggak akan jualan obat maupun alat kesehatan. Biasa saya mah pengen cerita aja.

Jadi, awal-awal di bulan Agustus, saya dan kakak-kakak saya bergantian sakit yang saya sebutkan diatas. Bahkan ditambah ada beberapa hari bonus demam πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Untungnya kalo saya pas sakit lagi weekend, jadi tinggal bed rest ma banyak makan itu udah lebih dari cukup. Nah, kalo kakak saya kebetulan sakit di hari kerja, dan kantor butuh surat keterangan sakit. Berobatlah ke Klinik Fajar Farma (nah kalo yang ini gpp-lah dikit-dikit promosi secara tempat kerja sendiri πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚). 

Kebetulan yang jaga dr. Fransisca (maaf kalo ada kesalahan tulis nama, saya kebetulan lupa nama lengkapnya), tanpa menggunakan stetoskop, cuma liat raut muka dan beberapa cerita. Beliau langsung memberi resep. Tetapi resepnya bukan berupa obat. Beliau memberi tips-tips untuk menjaga kesehatan. Karena pada dasarnya, yang saya dan kakak saya alami adalah efek buruk dari kebiasaan jelek kita.

Sebenarnya banyak sekali yang dibahas saat sesi konsultasi tapi bisa saya rangkum dalam 3 resep,

  1. Perbanyaklah makan sayur dan buah
  2. Perbanyaklah minum air putih
  3. Berolahragalah

Ketika diberi resep ini, banyak sekali alasan yang kami buat. Hahaha… Emang dasarnya males kali ye… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚Berhentilah membuat alasan, and just do it.

Mungkin dilain kesempatan saya akan cerita efek samping menjalani resep ini. Karena jujur saya belum konsisten sih πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜„ tapi akan coba saya konsistenkan. Ingat, baik masa sekarang maupun masa depan, orang-orang sekitar anda, orang-orang yang anda sayangi berhak berinteraksi dengan diri anda yang sehat. (Agak belibet ya kata-katanya hehehe… πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜„)

Mumpung Masih muda

Sebuah tulisan dr pak Hanafi Rais (putra pertama Amin Rais) taken from http://www.jamilazzaini.com

Mumpung Masih Muda

Saya teringat beberapa waktu yang lalu, sudah agak lama, dengan sebuah pesan yang menurut saya sangat dalam maksudnya.

Pesan itu mengatakan, β€œmumpung kalian masih diberi usia muda oleh Tuhan, gunakanlah kemudaanmu itu untuk membiasakan diri dengan ibadah-ibadah yang berat”.

Kenapa malah yang berat? Bukankah masa muda itu masa yang seharusnya enjoy, seneng-seneng, kok malah yang berat-berat?

Jawaban pesan tadi, β€œkarena suatu saat kamu menua dan jadi lansia, maka ibadah yang tadinya terlihat berat akan jadi terasa enteng kamu jalankan”.

Rasanya benar juga. Nikmat Tuhan yang dianugerahkan kepada kita ini mustahil terhitung oleh kemampuan memori dan akal kita.

Di saat kita sehat, ada yang sedang sakit. Di saat kita gampang menghirup udara bebas dengan gratis, ada yang harus membayar oksigen untuk bernapas karena sakitnya.

Di saat kita diberi kenyang, ada yang sedang kelaparan. Di saat kita berkecukupan, ada yang kekurangan. Dan seterusnya.

Cara kita mensyukuri rezeki dan nikmat yang unlimited dari Tuhan itu ya hanya dengan beribadah yang serius.

Kita bahagia karenaa bersyukur dan bersyukur kita itu caranya dengan beribadah yang sungguh-sungguh.

Lanjutkan membaca “Mumpung Masih muda”