Untitled Part 6

Di hari pernikahan Kayla dan Fatih…

Keluarga Kayla nampak sibuk menyiapkan acara pernikahan Kayla. Kayla sendiri yang menjadi ratu 1 hari itu sudah bersiap dari subuh. Kayla, Ibu dan kakak-kakaknya berangkat ke tempat akad lebih dulu mengingat tempat pernikahan agak jauh dari rumah dan agar bisa segera di dandani. Sambil menunggu penata rias pengantin, Kayla membuka Al-Quran dan membacanya. Kayla terlihat tenang, walaupun sebenarnya di dalam hatinya dia sangat berdebar-debar. Penata rias akhirnya datang sekitar jam setengah 6. Kayla siap untuk dirias.

Setelah dirias, Kayla terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun putih pengantin. Cantik nan sederhana. Kayla segera dibawa ke belakang mimbar untuk bersembunyi. Saat keluar dari kamar rias, Kayla menyempatkan untuk melihat-lihat sekitar mesjid. Di mesjid itu terlihat menara berdiri tegak disampingnya, di dekat menara terlihat gedung kayu yang biasa dipakai oleh para aktivis masjid, ditambah lapangan rumput yang terbentang cukup luas di depan masjid, hal itu membuat Kayla mengingat jaman saat dia masih aktif di masjid ini. Ada gadis kecil berumuran 4 tahunan menghampiri Kayla. Lanjutkan membaca “Untitled Part 6”

Iklan

Untitled part 5

Ibu Ringgo datang lebih cepat untuk menjemputnya. Kayla diminta untuk menemani ibu Ringgo untuk menemaninya di villa karena saudara Ringgo sekaligus dokter kejiwaan baru bisa datang malam hari.

“Kata dokter daerah pegunungan baik untuk pemulihan Ringgo, jadi untuk sementara kita tinggal di villa dulu,” ucap ibunya Ringgo sesampainya di villa. Sesampainya di villa Ringgo langsung berjalan ke taman dan duduk di kursi taman.

“Dulu ibu mengira calon Ringgo adalah kamu,” ucap ibunya Ringgo saat memperhatikan Ringgo. Kayla hanya tersenyum sambil melihat Ringgo yang termenung di taman. “Dulu kalau dia pulang ke Malang, pasti yang diceritakan tentang kamu, sampai suatu saat dia bilang ingin menikah, ibu pikir itu kamu.” Lanjutkan membaca “Untitled part 5”

Untitled part 3

Kayla tersenyum sendiri saat mengingat momen perkenalannya dengan Fatih. Dari perkenalan yang tidak sengaja itu, setahun kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di acara pernikahan sepupu Kayla. Saat itu Kayla diminta menjadi MC pernikahan yang ternyata partner untuk menjadi MCnya adalah Fatih.

“Dek, kenalin ini Fatih, yang bakal jadi partnermu besok,” kata Nurul sepupu Kayla.

“Kamu…” Ucap Kayla dan Fatih berbarengan sambil saling menunjuk.

“Haha, kalo ini sih saya kenal,” ucap Fatih sok akrab.

“Lha, kalian udah saling kenal?” tanya Nurul.

“Bukan kenal, tapi tau,” jawab Kayla.

“Apa bedanya sih?” balas Fatih.

“Ya beda dong,” balas Kayla.

“Apa coba bedanya?” tantang Fatih.

“Udah, udah, kalian ini baru ketemu kok berantem,” lerai Nurul.

“Siapa yang berantem?” ucap Kayla dan Fatih bebarengan.

“Hahaha, kalian ini sepertinya jodoh. Cocok banget,” tawa Nurul yang membuat Fatih dan Kayla jadi merasa malu. Lanjutkan membaca “Untitled part 3”

Kakak versus adik

Cerita ini dibuat waktu saya masih SMA. Terinspirasi dari cerita salah seorang teman dan cerita dari buku chicken soup soul. Mau agak pamer dikit, cerpen ini yang membawa saya jadi juara 1 pada lomba yang diadakan 45+. Tapi yang dilombain versi bahasa Inggrisnya. Hoho selamat menikmati….. Lanjutkan membaca “Kakak versus adik”

Rasa sayang yang tak terucap

cerita ini sih saya tulis saat saya masih SMA alias masih jaman alay2nya,,, cerita ini terinspirasi dari seorang teman sebenarnya,,,

Selamat menikmati,,,,

Sejak kecil aku bersahabat dengan Akmal. Akmal tinggal di sebelah rumahku. Akmal adalah laki-laki yang selalu membawa keceriaan. Kamar kami saling berhadapan. Sehingga jika aku membuka jendela, kamar Akmal terlihat jelas olehku. Aku selalu merasa nyaman di sampingnya. Setiap malam ia selalu menyanyikan lagu dengan gitarnya di jendela kamar untuk mengantarkan aku tidur. Dan di pagi harinya ia selalu mengucapkan selamat pagi padaku. Lanjutkan membaca “Rasa sayang yang tak terucap”