Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Iklan

Empat Kepribadian

Jika berbicara mengenai karakter, akan sangat dekat sekali dengan kecocokan atau ketidakcocokan seseorang dengan orang lainnya… memaksakan orang lain memahami karakter kita tanpa timbal balik untuk memahami orang lain sama saja dengan menebar garam di lautan, yang berarti, sia-sia.

Sungguh sangat indah jika kita dapat saling memahami dan melengkapi, karena Allah menciptakan perbedaan sebagai suatu keniscayaan dan menguji kita untuk runtuh karenanya atau kokoh dengan memanfaatkannya.

Harmonisasi hubungan dalam komunitas sosial adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Seperti halnya musik, harmoni tidak akan tercipta jika pemain terus menggunakan satu nada saja, artinya, sinkronisasi dari nada-nada yang ada menciptakan melodi yang harmoni, dengan memperhatikan kolaborasi nada yang digabungkan. Dengan sedikit sentuhan dan pemahaman, perbedaan tidak hanya akan seindah pelangi yang dapat dilihat, tetapi juga seindah melodi yang mampu didengar.
Kali ini, untuk memudahkan, akan dirangkum empat karakter yang dirumuskan oleh FLORENCE LITTAUER dalam bukunya Personality Plus dan dikemas dengan gaya penyampaian saya, agar kita semua dapat saling mengisi kekosongan, dan memahami perbedaan.

Lanjutkan membaca “Empat Kepribadian”

Mahogany Hills

Lama sekali ga baca buku dan nulis, kering juga rasanya. Kali ini yang saya baca judulnya Mahogany Hills, yang juga juara 1 Lomba Penulisan Novel Amore 2012 (Kapan ya saya bisa bikin novel dan juara kayak gini?). Bercerita tentang Jagad Arya dan Paras Ayunda. Mereka adalah pasangan suami istri yang menikah karena perjodohan.

Jagad sangat mencintai Nadia, sahabatnya sejak lama. Jagad yang patah hati karena Nadia akan menikah dengan sahabatnya Erfan memutuskan untuk menerima perjodohan orang tuanya. 2 Minggu sebelum pernikahan, Nadia mendatangi Jagad dan mengatakan bahwa ia tidak jadi menikah dengan Erfan. Nadia, menyuruh Jagad untuk menikah dengan Paras hanya untuk diceraikan. Jagadpun mengikuti kata Nadia.

Berbeda dengan Paras, yang memang meminta orang tuanya untuk menjodohkannya dengan Jagad. Laki-laki yang selalu ia sukai sejak 13 tahun yang lalu. Betapa hancurnya hati Paras saat tau yang Jagad rencanakan. Tapi Paras tidak menyerah begitu saja, ia melakukan tugasnya sebagai istri walau Jagad terlihat tidak peduli. Berharap Jagad bisa mencintainya karena terbiasa.

Penasaran sama akhirnya? Baca aja sendiri :mrgreen: . Menurut saya cerita ini menarik, pantas saja menjadi juara 1. Saya suka dengan kata-kata Jagad.

“Setelah menikah denganmu, cinta jadi tidak terlalu rumit. Denganmu, cinta menjadi sederhana. Cinta adalah memberi, menerima dan memaafkan…”

Yup, ga jarang orang yang ngakunya ‘dewasa’ membuat cinta rumit dan sulit dimengerti. Eh tapi bukan berarti saya ahli ya dalam hal yang satu ini. Tapi saya yakin, orang yang sudah pernah merasakan cinta yang sebenarnya akan berpikir bahwa cinta itu tidak serumit yang dibayangkan.

tumblr_mvvrhyMfmC1qf00cjo1_500

Dilatasi Memori

Jalan-jalan ke toko buku trus pengen beli. Trus pas inget Banyak tumpukan buku dirumah yang belum dibaca. Akhirnya memutuskan buat baca buku yang ada di rumah dulu. Salah satunya adalah Novel yang berjudul Dilatasi Memori karya Sinta Yudisia. Buku ini ternyata sekuel dari Diorama Sepasang AlBanna.

Menceritakan tentang Ryan dan Rani, sepasang suami yang sudah 6 tahun menikah. Menurut saya pasangan ini begitu islami. Mereka membuat perusahaan Biro Arsitektur (kebetulan mereka berdua adalah lulusan Arsitek) yang bernama ALBanna. Konflik di novel ini muncul saat Dea, kekasih Ryan di masa lalu datang mengusik hubungan mereka berdua. Ryan mulai sering jarang pulang, dan mudah sekali marah pada Rani. Ditambah Rani menemukan cap bibir pada kemeja Ryan. Rani yang emosi bercampur labil memutuskan meninggalkan Ryan padahal sedang ada proyek besar yang sedang dikerjakan oleh Rani. Ia membawa Rifki anaknya yang masih kecil ke kampung halamannya (kebetulan Rifki sedang liburan sekolah saat itu). Ryan sangat bingung cara untuk membuat Rani percaya padanya, karena semuanya hanyalah fitnah. Rani tambah bimbang saat Galih, seseorang yang hampir menikah dengannya muncul kembali di hidupnya.

Penasaran sama akhir cerita? Makanya baca :mrgreen: Di buku ini saya jadi banyak belajar menjadi istri maupun orang tua. Belajar bagaimana rumah tangga dibina dan mebina, belajar bagaimana mendidik anak yang masih kecil. Lumayan buat persiapan kedepan :mrgreen: . Belajar bagaimana percaya, sabar dan memasrahkan diri pada sang Pencipta.

sumber gambar: klik disini
sumber gambar: klik disini

Petunjuk atau Kesesatan ??

Saya sekarang sedang baca buku dari Ust. Felix Siauw, yang judulnya Beyond the Inspiration. Belum tamat sih bacanya, tapi ada topik yang menarik. Sehingga ingin sekali memostingnya di Blog ini.

Mari kita simak petikan ayat berikut:

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (QS. Al-A’raf [7]: 178)

Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendakin-Nya (QS. Fathir [35] :8)

Lanjutkan membaca “Petunjuk atau Kesesatan ??”

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Oke, buku yang baru saya selesei saya baca berjudul “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah” karya Bang TereLiye. Dan seperti biasa, tulisan bang Tereliye selalu berhasil menguras emosi saya. Buku ini bercerita tentang anak Pontianak bernama Borneo yg kerap dipanggil Borno. Borno jatuh cinta pada salah seorang penumpang sepitnya yang meninggalkan sebuah amplop berwarna merah alias Angpau yang awalnya dikira hanya Angpau biasa. Borno selalu menjadi antrean sepit no 13 untuk bertemu dengan Gadis itu yang akhirnya diketahui namanya adalah Mei.

Intinya buku ini menceritakan tentang pencarian cinta sejati. Buku ini juga mengajarkan untuk tidak merusak “Cerita” yang sudah disusun oleh Allah untuk menemukan Cinta. Buku ini recomended banget buat kamu yang suka galau menunggu jodoh. Ada beberapa Quote yang saya suka dari novel ini. Mau tau? Cekidot…

“Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borna. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagi perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan…”

-Pak Tua-

“Borno, cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka gulai kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kaucueki, kalulupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan…”

-Pak Tua_

Dapet Kiriman :D

Inget dengan postingan saya yang berjudul “Lagi ikut lomba nihhΒ ceritanya” ? Ga menang juara 1 sih, tapi alhamdulillah jadi foto pilihannya mas Iwan Setyawan. Dan foto yang terpilih mendapatkan buku “Ibuk” dari Mas Iwan Setyawan. Dan tadi sore, kiriman bukunya baru datang. Dan ternyata eh ternyata selain dapet buku, juga dapet tanda tangan dari mas Iwan Setyawan.

Ini cover buku “Ibuk”
Ini tanda tangan+pesan dari Mas Iwan Setyawan
Kalo yang ini buku Mas Iwan Setyawan yang udah jadi best Seller dan segera dibuat filmnya. Ini saya beli pas bedah buku di acara ISF
Karena saya belinya pas bedah bukunya+ada langsung mas Iwan, so pasti minta tanda tangan πŸ˜€

Alhamdulillah, nambah juga perpustakaan kecil saya. Buat review bukunya sendiri akan saya postingkan lain kali πŸ˜€ .