Cerita 200917: Maju Duluan

Saya terlibat pembicaraan cukup serius tadi malam. Lagi-lagi tentang jodoh, Hahah… 😅😅😅 Nampaknya memang obrolan ini selalu jadi topik utama, apalagi berkumpul dengan para jombloers. Tadi malam salah satu sahabat bagai menjadi narasumber, karena sudah mendapatkan pasangan. Rata-rata pembicaraan ini sering kita dengar, masih berkisar sabar, ikhlas, menunggu dan menjajaki takdir. Yeah, secara teori memang mungkin banyak yang sudah khatam. Tapi tidak dengan praktek. Mempraktekkannya memang tidak semudah teori, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Sulit, tapi mari kita berpasrah kepada takdir itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Cerita 200917: Maju Duluan”

Iklan

Maukah berjuang denganku?

Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Selamat Hari Guru

image
Dapet dari pathnya Afdil

Selamat Hari Guruuuuu…..
Masih ingatkah lagu Hymne Guru? Yup, yang sering dinyanyikan saat kita masih dibangku sekolah. Diatas adalah gambar sang pencipta lagu Hymne guru, Bapak Sartono namanya.
Kita dulu sering mendengar lagu ini, tapi kita tidak tahu bagaimana kondisi penciptanya. Di usia beliau yang ke-78, beliau mengalami kemunduran ingatan (pikun). Banyak hal yang ia lupakan, bahkan ia lupa bahwa sudah menciptakan lagu Hymne Guru 😥 . Dan saat beliau pensiun, ia masih menjadi guru honorer.
Saya jadi teringat kalimat terakhir dari Hymne guru, “Tanpa tanda jahasa”. Di Indonesia banyak guru yang tulus mengajar, saya masih percaya itu.
Untuk Bapak Sartono, saya belum bisa berbuat apa-apa pak. Hanya ungkapan terimakasih dan sederatan doa yang terbaik untuk bapak dan keluarga yang bisa saya haturkan.

Selamat Jalan Kang Deden (Edcoustic)

Entah kenapa kemaren pagi saat merapihkan kerjaan kantor, ingin sekali mendengar lagu-lagu Edcoustic. Dan teringat saat pertama kali dengar lagu Edcoustic saat SMA. Muhasabah Cinta, itulah lagu Edcoustic yang saya dengar. Saya masih nampak seperti Remaja lainnya, yang masih terbilang “Nakal”. Dan saat mendengar lagu ini, menikmati aliran musik, dan mencoba memahami isi dari lagu itu. Dan dari sanalah hati saya terketuk untuk ber-Hijrah. Hijrah menjadi seseorang yang lebih baik lagi, seseorang yang ingin sekali dekat dengan Sang Pencipta.

Saat saya masuk KARISMA ITB, betapa senangnya mengetahui bahwa personil Edcoustic adalah seorang alumni dari KARISMA ITB. Diskusi ringan menjelang buka saat Ramadhan dan melihat langsung penampilan Edcoustic. Mendengar seorang adik yang sangat senang bisa berduet bernyanyi dengan beliau. Walau tidak pernah mengobrol secara langsung, tapi Kang Deden selalu memberi inspirasi.

Tengah malam saya terbangun, dan mendapat berita duka dari Bandung.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka, telah berpulang sahabat kita Deden Supriadi. Alumni Karisma GF Wafa (99). Warga baitnet juga, baik milis maupun grup facebook.

Almarhum meninggal sekitar pukul 19.30 (30/12) karena sakit. Sempat dibawa ke RS Al Islam, tetapi sudah tidak dapat tertolong lagi.

Mohon doa dan dimaafkan segala kesalahan beliau.

Rumah duka ada di Jln Kupang No 2 Antapani dan akan dimakamkan kira pukul 09.00 di pemakaman buah dua Rancaekek. Jenazah akan berangkat dari Antapani pukul 08.00 (31/12).

Wassalam
Irfan

Itulah postingan dari seorang Alumni malam tadi. Tanpa sadar mata mulai berkaca dan pipi sudah basah. Terpikirkan olehku, “Kang Deden pergi meninggalkan KARYA, nanti bila tiba saatnya kamu mau meninggalkan apa Yuli?”. Walaupun raga kang Deden sudah tak ada lagi, tapi karyanya akan dikenang sepanjang masa.

Selamat Jalan kang Deden, Allah terlalu sayang padamu.

 

Marry Your Daugther – Brian Mcknigt

Sudah lama rasanya tidak menuangkan yang ada di dalam hati dan pikiran disini. Maafkan, mungkin diri ini memang harus banyak-banyak belajar. Sebelum saya kasih video animasi dan lirik lagu yang diatas, saya mau cerita tentang mimpi saya minggu kemaren. Saya mimpi seseorang yang sangat amat saya rindukan, yaitu Papah saya. Sudah lama rasanya tidak bertemu dengannya dalam mimpi. Seingat saya, terakhir saya mimpi papah itu adalah saat saya SD. Dan pesan yang selalu saya ingat dari Papah saya adalah “Jangan pernah meninggalkan solat ya Nak.” Dan minggu kemaren ada pesan baru dari papah, “Jangan capek belajar, teruslah belajar”. Saya rasa itu inti dari pesan dari Papah di mimpi saya. Sedangkan alur cerita mimpi saya, biarkan saya dan keluarga saya saja yang tau 🙂 .

Kembali lagi ke lagu Marry Your Daugther – Brian Mcknigt, yang baru saja saya liat dari tumblr seorang sahabat saya. Lagu yang cukup romantis untuk seorang laki-laki yang mau melamar. Tetiba saya berpikir, jika Papah masih hidup, mungkin dia akan sangat amat selektif sekali untuk mencarikan saya Suami. Secara saya anak perempuannya yang paling kecil. Berpikir hal itu membuat saya senyam-senyum sendiri. Karena Papah orang yang cukup galak dan tegas, pastilah laki-laki yang melamar bakal mikir beberapa kali :mrgreen: .

Sekedar Asa

Kumpulan asa itu bercampur menjadi satu.

Bercampur dalam kalimat demi kalimat,

kalimat yang diucapkan dalam doa

dan tertuliskan dalam selembar kertas

Dimana kita tidak bisa melawan suratan takdir yang sudah terlukis.

Perih yang terlihat,

walau sebenarnya itu yang terbaik

Berharap sang Pengabul Doa bersedia memeluk rapih setiap asa

dan memberikannya suatu hari nanti