Ikhlas

Ada banyak momen yang diluar kendali kita. Ketika kita mau A malah dapet B. Ketika kita mau ke Barat malah ke Timur. Ada masalah yang menurut kita besar banget. Atau bahkan kita berpikir kita tidak pernah mendapatkan apa yang kita mau. Pernah seperti itu?

Aku juga pernah.

Itulah manusia, kurasa setiap manusia pernah melalui momen ini. Tapi ketahuilah semua itu akan membuat kita kuat. Jangan menyerah hanya karena merasa keadaan tidak mendukung kita. Jika bisa, tahanlah keluhanmu karena itu hanya menghabiskan energimu.

Aku diajari oleh seorang guru, Jika kamu sudah benar-benar terpuruk, Gunakanlah ilmu tingkat tinggi. Ikhlas. Berdoalah dalam doamu,

Alhamdulillah Ya Allah,

Terima Kasih Ya Allah,

Saya Ikhlas dengan semua ini

Berdoalah seperti itu walaupun hatimu belum ikhlas. Lakukanlah secara terus menerus. Karena kata-kata itu akan kembali kepadamu. Tidak percaya? Dicoba saja.

Iklan

Sampaikanlah Dengan Santun

Ada pengalaman menarik beberapa hari yang lalu saat saya menemani teman makan siang saat transit ke Balikpapan. Tiba ketika dimana kita ingin berfoto bersama, minta tolonglah kami kepada salah satu staff resto untuk mengambil gambar. Kira-kira kurang lebih percakapannya seperti ini.

Saya: Mas, tolong fotokan kami dulu dong sebelum pulang

Staff: Mohon maaf sekali mba, saya tidak mengambil foto, tapi jika hendak mengambil foto, silahkan saja

Saya: (mikir dulu mencerna kata-katanya | dasar lemot 🙈🙈) Oh, gitu ya mas? Ya Udah deh gpp

Staff: Iya mba, mohon maaf ya mba

Saya sampaikan kepada teman-teman saya, dan semua memakluminya. Akhirnya kami berfoto bersama dengan salah satu orang mengalah tidak difoto.

Yang saya ingin garis bawahi disini, bukanlah soal prinsip yang beliau pegang, tapi cara penyampaiannya yang baik dan santun. Toh tiap orang memang berhak memegang suatu prinsip. Tidak semua orang pandai menyampaikan pendapatnya didepan orang yang berbeda pendapatnya, termasuk saya. Sampaikanlah dengan santun, dengan begitu orang akan mudah memahamimu.

Buat pemilik resto dan para staffnya, Barakallah ya…

Semoga usahanya lancar jaya…

Semoga saya juga dapat menyampaikan sesuatu dengan santun…

Aamiin…

30DBC #8 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini

Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini – Kenapa saat ini? Karena jika dilihat di list keinginan ada lebih dari 100 yang ingin dicapai. Jadi yang akan saya sampaikan disini adalah 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini, target pencapaian di akhir tahun 2018 (karena 2017 sebentar lagi berakhir). Minggu-minggu ini saya melihat kembali daftar keinginan. Ternyata tidak banyak yang saya capai. Hiks sedih 😢😥😭😭. Dan baru-baru ini dapat gambar quotes dari Maya, adik kelas nan jauh di Korea sana, isi quotesnya seperti ini : Lanjutkan membaca “30DBC #8 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini”

Cerita 200917: Maju Duluan

Saya terlibat pembicaraan cukup serius tadi malam. Lagi-lagi tentang jodoh, Hahah… 😅😅😅 Nampaknya memang obrolan ini selalu jadi topik utama, apalagi berkumpul dengan para jombloers. Tadi malam salah satu sahabat bagai menjadi narasumber, karena sudah mendapatkan pasangan. Rata-rata pembicaraan ini sering kita dengar, masih berkisar sabar, ikhlas, menunggu dan menjajaki takdir. Yeah, secara teori memang mungkin banyak yang sudah khatam. Tapi tidak dengan praktek. Mempraktekkannya memang tidak semudah teori, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Sulit, tapi mari kita berpasrah kepada takdir itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Cerita 200917: Maju Duluan”

Maukah berjuang denganku?

Maukah berjuang denganku? – Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Selamat Hari Guru

image
Dapet dari pathnya Afdil

Selamat Hari Guruuuuu…..
Masih ingatkah lagu Hymne Guru? Yup, yang sering dinyanyikan saat kita masih dibangku sekolah. Diatas adalah gambar sang pencipta lagu Hymne guru, Bapak Sartono namanya.
Kita dulu sering mendengar lagu ini, tapi kita tidak tahu bagaimana kondisi penciptanya. Di usia beliau yang ke-78, beliau mengalami kemunduran ingatan (pikun). Banyak hal yang ia lupakan, bahkan ia lupa bahwa sudah menciptakan lagu Hymne Guru 😥 . Dan saat beliau pensiun, ia masih menjadi guru honorer.
Saya jadi teringat kalimat terakhir dari Hymne guru, “Tanpa tanda jahasa”. Di Indonesia banyak guru yang tulus mengajar, saya masih percaya itu.
Untuk Bapak Sartono, saya belum bisa berbuat apa-apa pak. Hanya ungkapan terimakasih dan sederatan doa yang terbaik untuk bapak dan keluarga yang bisa saya haturkan.