Cerita 011017: Lembur Pindahan Kantor

Sejujurnya ingin sekali kembali ke masa-masa kuliah yang bisa hampir tiap hari bisa posting blog. Padahal udah banyak baget draft yang dibuat, tapi belum saya edit-edit dan posting 😥😥. Well, minggu ini dan minggu depan hari-hari saya akan dipenuhi oleh lembur. Sudah dari seminggu belakangan saya lembur bersama teman sekantor saya karena akan melakukan pindahan 2 kantor sekaligus. Dan pindahan ini harus finish sebelum pertengahan bulan. Serah terima Ruko kantor baru bisa dilakukan hari Kamis kemaren dengan keadaan kotor banget, karena hanya dijadikan gudang oleh pemilik sebelumnya. Mulailah saya dan teman-teman beralih fungsi menjadi tukang bersih-bersih. Dan yang lebih parah lagi adalah disini tidak ada aliran air 😥😥. Sambil menunggu pembelian tandon dan air, kami mencoba membersihkan sebisa kita. Dan hasilnya adalah….. jreng jreng jreng… Tetep kotor… Hahahah… walau kita sudah sapu berkali-kali dan tanpa air, itu sulit sekali. Tandon yang kami pesan, baru datang sekitar jam 5. Jadi, kami memutuskan untuk melanjutkan keesokan harinya. Lanjutkan membaca “Cerita 011017: Lembur Pindahan Kantor”

Iklan

Blogger and Influencer Gathering at Grand Tjokro Balikpapan

Berawal dari ajakan Kak Anggi, melalui group WA, akhirnya saya datanglah ke Acara “Blogger and Influencer Ghatering” at Grand Tjokro Balikpapan hari Sabtu kemaren tanggal 23 September 2017. Sumpah, sebenernya nggak pede banget sama acara yang satu ini, pertama karena baru-baru ini saja saya rajin lagi isi blog, kedua isi dari blog saya ini rata-rata curcolan alias ratapan hati saya (da aku mah apa atuh) 🙄🙄🙄, ketiga para blogger lain itu blog-nya keyen-keyen dan sudah pada menghasilkan uang, lha saya hobinya curhat mulu, mau begimana nyari duit dari sini. Hahaha.😅😅😅

undangan
Undangan dari Hotel Grand Tjokro Balikpapan

Lanjutkan membaca “Blogger and Influencer Gathering at Grand Tjokro Balikpapan”

Suka-duka Perempuan (yang katanya) Maskulin

Berawal dari tulisan teman saya semasa di Salman, Tristi dengan judul yang sama (untuk baca Klik: Disini). Serta obrolan malam bersama teman laki-laki saya (beneran temen bukan TTM or something like that ya). Jadinya saya tertarik untuk menulis ini dalam versi saya.

Saya teringat saat masih aktif di bangku perkuliahan yang sering melakukan hiking, Ketika melakukan survei, pasti teman-teman membawa satu atau dua perempuan untuk mengukur kemampuan dari sisi perempuan. Dan datanglah saya di survei tersebut, dan kata-kata yang sering saya dengar adalah:

Si Yuli mah ga bisa dijadiin tolak ukur kemampuan perempuan. Dia mah kemampuannya sama kayak laki. Bawa lagi perempuan yang lain

Lanjutkan membaca “Suka-duka Perempuan (yang katanya) Maskulin”

Cerita 200917: Maju Duluan

Saya terlibat pembicaraan cukup serius tadi malam. Lagi-lagi tentang jodoh, Hahah… 😅😅😅 Nampaknya memang obrolan ini selalu jadi topik utama, apalagi berkumpul dengan para jombloers. Tadi malam salah satu sahabat bagai menjadi narasumber, karena sudah mendapatkan pasangan. Rata-rata pembicaraan ini sering kita dengar, masih berkisar sabar, ikhlas, menunggu dan menjajaki takdir. Yeah, secara teori memang mungkin banyak yang sudah khatam. Tapi tidak dengan praktek. Mempraktekkannya memang tidak semudah teori, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Sulit, tapi mari kita berpasrah kepada takdir itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Cerita 200917: Maju Duluan”

Maukah berjuang denganku?

Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Cerita 100917: Belajar Bersyukur

Kemarin saya mengikuti kajian muslimah Ustad Salim A Fillah di Islamic Centre Balikpapan. Subhanallah banyak sekali akhwat-akhwat berkumpul menjadi satu dengan tujuan mencari ilmu. Sejujurnya cukup lama saya tidak hadir di majelis ilmu karena bebrbagai aktivitas. Bener-bener PeeR besar banget deh kalau masalah manajemen waktu. Oke balik lagi ke bahasan kajian, Ustad Salim membahas tentang Syukur. Berikut beberapa point yang saya catat, selamat menikmati….

Syukur adalah ekspresi keimanan kita dikala mendapat nikmat.

Syukur di dalam Al Quran di ulang sebanyak 75 x. Begitu pula dengan kata bala/musibah, di dalam AlQuran juga diulang sebanyak 75x.

Syukur adalah separuh dari iman, dan separuhnya lagi adalah sabar.

Lanjutkan membaca “Cerita 100917: Belajar Bersyukur”