Blogger and Influencer Gathering at Grand Tjokro Balikpapan

Berawal dari ajakan Kak Anggi, melalui group WA, akhirnya saya datanglah ke Acara “Blogger and Influencer Ghatering” at Grand Tjokro Balikpapan hari Sabtu kemaren tanggal 23 September 2017. Sumpah, sebenernya nggak pede banget sama acara yang satu ini, pertama karena baru-baru ini saja saya rajin lagi isi blog, kedua isi dari blog saya ini rata-rata curcolan alias ratapan hati saya (da aku mah apa atuh) 🙄🙄🙄, ketiga para blogger lain itu blog-nya keyen-keyen dan sudah pada menghasilkan uang, lha saya hobinya curhat mulu, mau begimana nyari duit dari sini. Hahaha.😅😅😅

undangan
Undangan dari Hotel Grand Tjokro Balikpapan

Lanjutkan membaca “Blogger and Influencer Gathering at Grand Tjokro Balikpapan”

Iklan

Suka-duka Perempuan (yang katanya) Maskulin

Berawal dari tulisan teman saya semasa di Salman, Tristi dengan judul yang sama (untuk baca Klik: Disini). Serta obrolan malam bersama teman laki-laki saya (beneran temen bukan TTM or something like that ya). Jadinya saya tertarik untuk menulis ini dalam versi saya.

Saya teringat saat masih aktif di bangku perkuliahan yang sering melakukan hiking, Ketika melakukan survei, pasti teman-teman membawa satu atau dua perempuan untuk mengukur kemampuan dari sisi perempuan. Dan datanglah saya di survei tersebut, dan kata-kata yang sering saya dengar adalah:

Si Yuli mah ga bisa dijadiin tolak ukur kemampuan perempuan. Dia mah kemampuannya sama kayak laki. Bawa lagi perempuan yang lain

Lanjutkan membaca “Suka-duka Perempuan (yang katanya) Maskulin”

Cerita 200917: Maju Duluan

Saya terlibat pembicaraan cukup serius tadi malam. Lagi-lagi tentang jodoh, Hahah… 😅😅😅 Nampaknya memang obrolan ini selalu jadi topik utama, apalagi berkumpul dengan para jombloers. Tadi malam salah satu sahabat bagai menjadi narasumber, karena sudah mendapatkan pasangan. Rata-rata pembicaraan ini sering kita dengar, masih berkisar sabar, ikhlas, menunggu dan menjajaki takdir. Yeah, secara teori memang mungkin banyak yang sudah khatam. Tapi tidak dengan praktek. Mempraktekkannya memang tidak semudah teori, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Sulit, tapi mari kita berpasrah kepada takdir itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Cerita 200917: Maju Duluan”

Maukah berjuang denganku?

Aku pernah, bahkan sering mendengar kisah-kisah para orang terdekatku mendapatkan pasangan.

Aku pernah terjebak menjadi saksi, di suatu makan malam yang akhirnya menjadi sebuah lamaran yang cukup “so sweet” menurutku.

Aku juga pernah menemani sahabatku untuk memohon izin melamar gadis yang dia cintai ke seorang ayah

Aku juga pernah membantu menjadi panitia di beberapa pernikahan sahabatku.

Seperti hari ini, lagi-lagi aku membantu sebuah acara pernikahan. Lanjutkan membaca “Maukah berjuang denganku?”

Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Cerita 070917: Main Badminton

Ini adalah cerita saya kemaren lusa. Jadi ceritanya, saya sedang dekat dengan segerombolan anak (berjiwa) muda. Awal kedekatan kami adalah acara Kelas Inspirasi Balikpapan 5 yang kebetulan kami disatukan dalam satu kelompok. Dan alhamdulillah, walau acara KI BPN 5 sudah lewat, silahturahmi tetap terjaga bahkan ada beberapa kegiatan sosial lainnya yang kita ikuti.

Sehat kuy…

Lanjutkan membaca “Cerita 070917: Main Badminton”

Cerita, Idul Adha 1438 H

Selamat idul Adha…

Mohon maaf lahir dan batin…

Bagaimana Idul Adha-mu? Aku shalat ied di Lapangan Merdeka Balikpapan. Shalat Idul Adha-ku pagi ini disambut oleh rintiknya hujan. Walau seperti itu, banyak orang tetap menjalani Shalat sampai selesai. Kebanyakan orang yang membawa anak mengungsi ke masjid Istiqamah. Ada juga yang melaksanakan shalat dengan membawa berbagai dagangan seperti balon gas, kacang, telur puyuh, kapas gula dll. Dengan berbagai keadaan, semua jamaah tetap menyambut Idul Adha dengan bahagia. Kebahagiaan itu jelas terpancar di senyum mereka masing-masing.

Walau isi ceramah dan doa tidak begitu jelas terdengar, karena keterbatasan Sound system. Saya dan keluarga saya tetap memilih bertahan ditengah gerimis, demi melaksanakan rukun-rukun yang disunnahkan. 

Dapet foto dari Mba Rara, kondisi yang Shalat ied di BIC

By the way, ini pengalaman pertama saya melaksanakan Shalat Ied dalam keadaan hujan. 

Allahumma Shoyyiban Naafi’aan

– Ya Allah, turunkan kepada kami hujan yang bermanfaat

Rasanya balik lagi Ke jaman Kecil yang cuek main hujan-hujanan. Kali ini ga pake dilarang sama mamah 😆😆. 

Ternyata disisi lain Balikpapan ada hujan yang lebih deras seperti di foto. Saya nggak foto? Ya enggaklah, masih trauma dengan kejadian hp terjun (tanpa) payung. Cukup save di memori otak dan menceritakannya disini.

Ini ceritaku, mana ceritamu?