Perasaan

Perasaan antara pria wanita bersifat fitrah dan hal itu tidak berdosa

Dosa akan dinilai dari bagaimana keduanya memenuhi perasaanya itu,

Apakah dengan cara yang baik atau yang buruk?

-Felix Y Siauw dalam buku “Beyond The Inspiration” (Hal. 158)

Nggak ada habisnya memang ngomongin soal perasaan. Saya jadi teringat salah satu teman saya di Bandung. Keduanya punya perasaan yang sama, terlihat jelas dari keduanya. Keduanya orang yang taat beragama, bahkan menjadi panutan saya. Tapi sayangnya perasaan mereka tidak bertemu dalam satu akad. Teman saya yang perempuan akhirnya memilih laki-laki yang saya rasa baru dia kenal. Tapi berani bertanggung jawab atas perasaanya. Saya sering banget berpikir “Emang bisa ya? Mencintai seseorang yang baru kita kenal”. Dan ternyata memang bisa. 

Manusia memang sering sekali perasaannya berubah. Maka, mari belajar bertanggung jawab dengan perasaan kita masing-masing. Bahasa yang sering dikeluarkan adalah “Halalkan atau Tinggalkan”. Tentu saja setiap keputusan akan ada resikonya. Maka ambillah resiko yang bisa kita hadapi. Dan bertanggung Jawablah dengan keputusan yang diambil. 

Selamat mengambil keputusan…

😊😊😊😊

Iklan

Beyond the Insoiration part 1 “Life is Choice”

Seperti target yang sudah saya share, saya mau selesaikan baca buku Beyond the Inspiration karya ustd. Felix Y Siauw. Kenapa pengen baca? Karena buku sudah saya punya sekitar 5 tahun, tapi belum permah saya baca secara serius, paling cuma baca-baca sekilas. Ada yang kebiasaan kurang baik dari saya, kalo mampir ke rumah, kalian bakal nemuin banyak buku. Asa gaya gitu ya banyak buku. Padahal ga semua buku sudah saya baca. Bahkan lebih banyak belum dibaca daripada yang sudah dibaca. So, saya putuskan untuk menyicil baca. 

Pembahasan yang dibahas buku ini adalah “Life is Choice”. Mun kata bahasa Indonesia mah Hidup adalah Plihan. Kata-kata yang sudah nggak asing di telinga kita. Sering banget orang berkeluh kesah, termasuk saya. Kenapa saya seperti ini, kenapa saya seperti itu. Kenapa saya tidak bisa begini, kenapa saya tidak bisa begitu. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah itu adalah pilihan kita sendiri. Diri kita saat ini adalah akumulasi dari pilihan-pilihan hidup kita. Tidak usah menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan. Hidup anda, adalah pilihan anda sendiri. Jika kalian merasa hidup kalian “Berantakan”, maka pilihlah, tetap hidup seperti itu atau menentukan pilihan yang lain. “With Great Choice comes great investment, consequences & Risk”. Setiap pilihan memiliki investasi, konsekuensi dan resiko tertentu. Semakin besar pilihan seseorang, maka semakin besar pula pengorbanan yang harus diberikan semakin besar pula investasi, konsekuensi dan risikonya. Itulah orang istimewa. Orang biasa, akan memilih pilihan yang mudah. Dan orang yang istimewa itu pasti jumlahnya lebih sedikit dari yang biasa. Apakah saat ini kita adalah orang yang biasa atau istimewa? Jika kita masih termasuk orang biasa, maka apakah kita akan tetap memilih menjadi biasa, atau berubah menjadi istimewa. 

LIFE IS CHOICE

So, apa pilihanmu?