Melihat timeline di media sosial beberapa minggu ini membuat hati campur aduk. Marah, kesel, sedih, sekaligus ada rasa bangga karena masih ada yang mau berjuang untuk Allah. Asalnya saya mau diem aja, Nggak mau kasih komentar apapun. Karena jujur, saya mah masih bodoh, ilmu masih sangat sedikit sehingga belum mumpuni untuk membuat karya yang bisa bermanfaat. Disini saya hanya mencoba untuk menuangkan apa yang ada dipikiran dan hati saya. Dan ingin menjelaskan di barisan mana saya berdiri. Benar atau salah, sependapat atau tidak, saya serahkan kepada yang membaca.

14962733_10154680398579268_3445693934059021298_n

Foto oleh Pio Kharisma

 

Dimulai dari perkataan Pak Ahok tentang “Jangan dibohongi pakai surah Al-Maidah:51”. Harap fokus dengan perkataanya. Saya disini tidak membahas soal etnis beliau apa, karena itu sudah takdir beliau. Saya juga tidak membahas soal agama beliau apa, karena itu pilihan beliau. Dan saya-pun tidak akan membahas soal jabatan beliau, karena itu pilihan orang-orang yang sudah punya hak-nya. Ini jelas penghinaan, walau ada ahli sastra yang mungkin ilmunya tinggi mengatakan bahwa Ahok tidak menghina, hanya mengkritik orang yang menggunakan surah tersebut. Atuhlah, yang disampaikan orang-orang itu tuh ayat-ayat Allah. Apa yang salah? Apa yang dibodohi? Apa kabar iman yang selama ini kamu pegang? Salah menyampaikan salah satu ayat dalam Al-Quran? Sudah jelas Rasulullah SAW bersabda, “Sampaikanlah dariku (Nabi Muhammad SAW) walaupun hanya satu ayat” (HR Bukhari).

Terus ada yang bilang, “Ahok kan udah minta maaf, agama kan mengajarkan untuk menjadi seseorang yang pemaaf”. Ya, betul memang sudah seharusnya menjadi orang yang pemaaf. Jadi, nanti kalo ada peristiwa pembunuhan, pemerkosaan, pembegalan atau hal sebagainya, cukup aja gitu si pelaku minta maaf, sudah gitu selesai? |”Yul, ga usah lebay gitu-lah, ini beda sama kejahatan yang kamu sebutin.”|  Situ yang nggak usah lebay karena situ merasa bukan korban kan? Menganggap remeh urusan ini adalah kesalahan yang sangat besar. Ibarat luka dalam, harus diberi perawatan yang tepat, walaupun sudah sembuh, akan terlihat dengan jelas bekasnya.  Dan yang harus saya perjelas, Ahok sudah meminta maaf, berarti dia tau kalo dia SALAH. Indonesia itu negara Hukum. Tetap harus ada tindakan hukum.

Berkenaan AKSI DAMAI 4 November kemarin. Banyak sekali pendapat negatif, nyinyir, jijik, ga aware dengan kejadian ini. Yang paling bikin miris lagi adalah sebagian dari mereka adalah beragama muslim. Saya baru kali ini nangis se-nangis-nangisnya dan miris semiris-miris-nya. Bisa ya, dikasih nikmat belimpah-limpah, terus pas Kitab-Nya dihina malah santai-santai aja. Bisa ya, membohongi hati, menutup nurani, tuli terhadap nasihat, angkuh terhadap ulama, keras terhadap kebenaran.Bisa ya para reporter dan jurnalis yang sangat mumpuni karya-karyanya, yang turun juga untuk meliput aksi, memilih memberitakan setitik kesalahan/kebodohan daripada kebaikan-kebaikan yang melimpah. Disisi lain saya bersyukur, disini saya bisa melihat, mana yang berada berdiri di Barisan, mana yang tidak. Dan mendorong saya untuk belajar lebih mendalam agar tidak terjebak dengan ilmu yang dangkal.

 

Iklan

3 Comments Add yours

  1. ulvi berkata:

    Sama mbak..saya juga merasa miris waktu ada temen yg lebih alim ilmu agama dan berpendidikan tapi nyinyir dengan aksi 4 November kemarin.
    Meskipun berbeda pendapat dan gak ikut aksi, gak perlu nyinyir, malah harusnya bangga dan bersyukur ada saudara2 kita yang bersedia berkorban waktu, tenaga, dana, dan semuanya demi membela al-Qur’an.

    Duh, maaf ya mbak.. jadi emosional gini.. 😥😥

    1. yulijannaini berkata:

      Sabar mbak….
      Banyak2 istigfar, berdoa dan jangan lupa nambah ilmu…

      1. ulvi berkata:

        Yup mbak.. ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s