Nggak Naik Kelas

image

Ga kerasa Ramadhan sudah masuk ke hari 20. Apa yang sudah kita capai sampai saat ini? Sudahkah menang terhadap diri sendiri? Atau masih kalah dengan kesombongan dan kemalasan diri? Udah lama rasanya nggak cerita di halaman blog ini. Kangen rasanya mencurahkan hati disini. Semoga nggak jadi nyampah ya…
Tepat di H-1 Ramadhan, ada pengumuman hasil ujian tahsin. Saat ujian saya merasa pede banget lancar membaca Al-Quran. Dan jreng jreng jreng… Ternyata saya tidak lulus dan harus mengulang kelas 😫😫😫. Jadi ini toh rasanya nggak naik “kelas”. Ada rasa kecewa, kesel, minder dan ada rasa “ya udahlah ga usah ikut tahsin lagi”. Astagfirullah…. Malemnya langsung merenung, karena merasa “ada yang ga beres” sama diri ini. Curhat langsung kepada Sang pembolak balik hati. Sadar diri ini sudah salah, sadar diri ini sudah terlalu sombong dan membanggakan diri. Kembali berpikir tujuan mengikuti kelas tahsin bukan untuk naik kelas, tapi untuk menjalani salah satu kewajiban kepada Al-Quran yaitu membaca dengan tartil. Dan mencari ilmu adalah wajib hukumnya sampe kita nanti dipanggil. Dan memang yah, manusia itu musuh terbesarnya diri sendiri bukan orang lain. Semoga di Ramadhan kali ini kita bisa meraih kemenangan sesungguhnya. Yuk ah, maksimalkan 10 malam terakhir yang belum tentu kita lewati tahun depan. Dan kamu yang disana, iya kamu… Jangan menyerah ya untuk meraih kemenangan… Insyaallah disini aku menyebut namamu dalam doaku…:):):):)

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Curcol. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s