Belajar Tau Diri

Taqqobalallahu Minna Wa Minkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan Batin. Lho kok judulnya harus tau diri sih Yul? | Jadi, ceritanya pagi ini saya membaca dari seorang jurnalis cetar membahana badai (tulisannya bisa klik: disini ). Bahasanya simple tapi bisa membuat diri ini neplokin jidat ke dinding berulang-ulang kali. Setelah membaca tulisan teman saya ini, langsung saya membuka list target saya yang banyak sekali. Lalu mengingat bagaimana cara saya mencapai target-target ini. Terburu-buru, hingga kualitas targetnya pun tidak maksimal. Seperti dalam perlombaan lari, kamu melihat pesaingmu sudah jauh didepan sana. Kamu memaksakan kaki untuk berlari sekencang-kencangnya, padahal kaki sudah menangis kesakitan. Di garis finish, mungkin kamu yang pertama, tapi setelah itu kakimu cidera. Mungkin kamu bangga dengan kemenanganmu walau harus berbuat dzolim pada kakimu sendiri.
Itulah manusia, selalu iri dengan rumput tetangga, tapi tidak tahu diri dengan kapasitas diri. Saya menyadari akan efek ini, tapi lebih memilih membiarkannya. Padahal sudah tau bahwa dengan cara yang instan maka hasilnya-pun akan instan.
Ya Allah, Ya Rahiim ampuni hamba ya Rabb.
Bantu hamba untuk belajar ikhlas,
Bantu hamba untuk mengetahui kapasitas diri ini
Dan semoga semua target terwujud dengan indah sebelum waktuku tiba

image

Terima Kasih Tristi, terus berkarya ya my favorite Jurnalist

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Curcol. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s