Pengumuman pengumuman… – with Fuad

View on Path

Mencintaimu Secara Biasa Saja

Terinspirasi dari tulisan salah satu penulis di Tumblr –> Jalan Saja

Aku ingin mencintaimu secara biasa saja
Buka berarti perasaan yang kumiliki itu biasa saja
Kau dan aku punya keyakinan yang sama
Bahwa Rezeki, jodoh dan kematian sudah tercatat di Lauhul Mahfudz
Seperti kebanyakan orang bilang,
Bahwa semua akan indah pada waktunya
Aku memilih untuk mencintaimu secara biasa saja
Toh orang saling mencinta belum tentu berjodoh
Apalagi kita, yang mungkin hanya aku yang cinta
Mencintaimu secara biasa saja membuat hati lebih tenang
Bagaimana denganmu?

Welcome 25

Ga kerasa umur udah seperempat abad. Alhamdulillah masih dikasih umur buat nyicil nutupin dosa yang udah menggunung sampe langit. Ulang tahun biasanya dijadikan momen spesial oleh banyak orang. Bagaimana dengan saya? Yah, saya mah ya biasa aja sih. Tidak merayakan tidak juga menghujat yang penting Hepi. Terima kasih pada temen-temen yang sudah mengucapkan dan mendoakan kebaikan untuk saya. Terus harapanmu sendiri apa Yul? | Wah, banyak… Harapan Saya diumur ke-25 saya ini, semoga saya bisa lebih mengenal kapasitas diri, fokus terhadap target hidup, jadi langsing XD , makin disayang Allah, ikhlas menerima semua yang diberikan olehNya dan lain sebagainya yang tidak bisa saya tuliskan disini.

image
Terima kasih temen2 Accounting

Belajar Tau Diri

Taqqobalallahu Minna Wa Minkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan Batin. Lho kok judulnya harus tau diri sih Yul? | Jadi, ceritanya pagi ini saya membaca dari seorang jurnalis cetar membahana badai (tulisannya bisa klik: disini ). Bahasanya simple tapi bisa membuat diri ini neplokin jidat ke dinding berulang-ulang kali. Setelah membaca tulisan teman saya ini, langsung saya membuka list target saya yang banyak sekali. Lalu mengingat bagaimana cara saya mencapai target-target ini. Terburu-buru, hingga kualitas targetnya pun tidak maksimal. Seperti dalam perlombaan lari, kamu melihat pesaingmu sudah jauh didepan sana. Kamu memaksakan kaki untuk berlari sekencang-kencangnya, padahal kaki sudah menangis kesakitan. Di garis finish, mungkin kamu yang pertama, tapi setelah itu kakimu cidera. Mungkin kamu bangga dengan kemenanganmu walau harus berbuat dzolim pada kakimu sendiri.
Itulah manusia, selalu iri dengan rumput tetangga, tapi tidak tahu diri dengan kapasitas diri. Saya menyadari akan efek ini, tapi lebih memilih membiarkannya. Padahal sudah tau bahwa dengan cara yang instan maka hasilnya-pun akan instan.
Ya Allah, Ya Rahiim ampuni hamba ya Rabb.
Bantu hamba untuk belajar ikhlas,
Bantu hamba untuk mengetahui kapasitas diri ini
Dan semoga semua target terwujud dengan indah sebelum waktuku tiba

image
Terima Kasih Tristi, terus berkarya ya my favorite Jurnalist