Mamah-Papah

Setiap orang punya kisah percintaannya masing-masing. Ada yang melalui ta’aruf, ada yang melalui pacaran, ada yang melalui perjodohan, bahkan ada yang melalui pacaran berkedok ta’aruf (you know-lah what i mean). Kali ini saya mau cerita singkat tentang orang tua saya. Yang notabene dijodohkan oleh kakek dan nenek saya.
Alkisah, mamah dulu punya pacar, cukup lama mama pacaran, tapi selalu tidak jadi kepada arah pernikahan. Mungkin kalau kata Allah bukan berjodoh, ya sudah pasti bukan. Suatu hari, nenek dari pihak papah datang ke rumah mama. Nenek saya waktu itu langsung tancap gas, langsung mengajukan mamah jadi menantunya. Mamah yang kaget waktu itu cuma bisa bilang minta waktu. Asalnya mamah menolak perjodohan ini, alasannya karena takut kalo ternyata papah sudah punya istri, secara papah dan mamah beda sebelas tahun. Lucunya, saat mamah berniat menolak, nenek dari mamah melakukan protes dengan cara mogok makan. Untungnya, saat itu kakek bersikap lebih dewasa. Kakek memilih melakukan istikharah dan melakukan penyelidikan semacam detektif handal untuk cari tahu tentang calon mantunya. Dan heiiii papah masih pure jomblo dan cukup taat dalam menjalani ibadah. Kakek saya bilang ke mamah saya, “Dia anak yang sholeh, kalau kamu nolak, kamu yang rugi”. Da wow-nya akhirnya mama setuju dengan perjodohan itu dan memutuskan untuk menikah. Terus nasib pacar mama saya gimana??? Denger-denger kabar, pacar mamah sempat patah hati, tapi akhirnya bisa move on dan menikah dengan orang lain. Awalnya mamah memang tidak cinta sama papah, tapi cinta itu tumbuh karena biasa.
Mamaku bukan orang yang pandai memilih kata puitis yang romantis dalam hal cinta. Tapi beliau melakukan aksi yang romantis. Sudah 18 tahun papah tiada, dan selama itu pula mama memutuskan untuk “menjomblo”. Aku pernah bertanya pada mamaku, mengapa ia tidak mau menikah lagi. Jawabannya simple, “Kalau mama nikah lagi, nanti disana ga bisa sama papah. Mamah maunya disana jadi pasangan papah bukan orang lain”.

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Curcol. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s