Air

Sejak semalam hujan kembali mengguyur kota Balikpapan hingga pagi ini. Rasa-rasanya ingin kembali bersembunyi dibalik selimut. Kuperhatikan langit, nampaknya hujan akan berlangsung lama. Lalu kuperhatikan air hujan, ia mengalir mencari tempat yang lebih rendah. Aku sering mendengar iklan salah satu minuman isotonik di televisi, kalau tubuh itu 70% mengandung air. Harusnya kita belajar dari air, yang selalu tetap mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jika air dimasukan ke sebuah wadah, maka air akan menyesuaikan bentuk wadahnya.
Mencari tempat yang lebih rendah, seperti saat kita sujud dalam solat. Meletakkan kepala ketempat terendah. Ditempat yang rendah itu, kita belajar untuk menghamba kepadaNya. Takut dan tunduk kepadaNya. Memohon serta meminta, hanya kepadaNya. Dan pada akhirnya kita akan menyadari, selalu ada lantai untuk bersujud.

image

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Curcol. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s