Masa

Nanti, ada saatnya kita akan mengingat lagi masa-masa yang sudah dilewati. Seperti kaset yang diputar kembali. Terang dan jelas. Dari hal yang menyenangkan sampai yang menyedihkan. Saat kita mengingat itu kembali, bisa jadi kita menyesal. Atau menertawakan hal yang telah kita berbuat. Bahkan ada keinginan untuk mengulang hari-hari itu lagi.

Mau tidak mau kita harus menerima keadaan kita yang sekarang. Apapun yang terjadi. Kita seperti ini juga karena akumulasi dari berbagai hal yang kita lakukan di masa lalu. Menyesal? Bisa jadi. Tapi tenanglah, Allah masih baik memberi kita umur untuk memperbaiki kesalahan yang lalu. Katakan TIDAK untuk mengeluh. Gantilah keluhanmu dengan doa dan harapan. Itu lebih baik. Lebih baik lagi jika kita berusaha mewujudkan doa dan harapan itu. Pasrah itu setelah kita melakukan usaha. Bukan sebaliknya.

Masa yang sudah lalu tidak akan kembali lagi. Jadi untuk apa menghabisi banyak waktu untuk menangisinya? Bukan tidak boleh mengingat masa lalu. Tapi jadikanlah masa lalu itu sebagai pembelajaran di masa depan. Jangan juga sibuk mencari kesalahan orang lain. Itu kan kesalahan yang dibuat oleh orang lain, untuk apa repot dipikirkan? Masih banyak yang harus dipikirkan.

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Curcol dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s