Sekedar Asa

Kumpulan asa itu bercampur menjadi satu.

Bercampur dalam kalimat demi kalimat,

kalimat yang diucapkan dalam doa

dan tertuliskan dalam selembar kertas

Dimana kita tidak bisa melawan suratan takdir yang sudah terlukis.

Perih yang terlihat,

walau sebenarnya itu yang terbaik

Berharap sang Pengabul Doa bersedia memeluk rapih setiap asa

dan memberikannya suatu hari nanti

 

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di puisi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s