Merindu

Ada dimana waktu aku merasa sendiri

Aku hanya bisa melihat deretan nama-nama

Kamu, dia dan mereka

Hanya segelintiran yang peduli

rindu ini milikmu, dia dan mereka

disini sendiri melihat lukisan waktu yang indah

akankah kamu, dia dan mereka masih ingat

dimana kamu, dia dan mereka menjadi kita

dimana kita menjadi keluarga

dimana kata rindu menjadi doa yang tulus

dan disini aku masih merindu

merindu kamu, dia dan mereka

merindu dalam doa

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di puisi dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Merindu

  1. vera astanti berkata:

    merindu bagai candu yang pilu >.<

  2. Arriyadh Prayugo berkata:

    Lagi galau ya mbak? 😀

  3. everizal123 berkata:

    Perassan Rindu itu adalah alami…..semoga selalu sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s