Untitled Part 6

Di hari pernikahan Kayla dan Fatih…

Keluarga Kayla nampak sibuk menyiapkan acara pernikahan Kayla. Kayla sendiri yang menjadi ratu 1 hari itu sudah bersiap dari subuh. Kayla, Ibu dan kakak-kakaknya berangkat ke tempat akad lebih dulu mengingat tempat pernikahan agak jauh dari rumah dan agar bisa segera di dandani. Sambil menunggu penata rias pengantin, Kayla membuka Al-Quran dan membacanya. Kayla terlihat tenang, walaupun sebenarnya di dalam hatinya dia sangat berdebar-debar. Penata rias akhirnya datang sekitar jam setengah 6. Kayla siap untuk dirias.

Setelah dirias, Kayla terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun putih pengantin. Cantik nan sederhana. Kayla segera dibawa ke belakang mimbar untuk bersembunyi. Saat keluar dari kamar rias, Kayla menyempatkan untuk melihat-lihat sekitar mesjid. Di mesjid itu terlihat menara berdiri tegak disampingnya, di dekat menara terlihat gedung kayu yang biasa dipakai oleh para aktivis masjid, ditambah lapangan rumput yang terbentang cukup luas di depan masjid, hal itu membuat Kayla mengingat jaman saat dia masih aktif di masjid ini. Ada gadis kecil berumuran 4 tahunan menghampiri Kayla.

“Ayo kakak ke belakang mimbar, ada yang harus kakak baca,” ucap gadis kecil itu.

“Baca apa?”

“Pokoknya masuk dulu ke belakang mimbar,” gadis kecil itu memegang tangan Kayla. Kayla mengikuti keinginan si gadis kecil itu. Sesampainya di ruangan belakang mimbar, gadis kecil itu mengeluarkan secarik kertas dan memberikannya pada Kayla.

“Kakak baca dulu yah,” Kayla menyambut kertas itu lalu membuka lipatannya.

Ingatkah sebuah kutipan yang dibuat oleh penulis favorit kita,

“Cinta adalah persahabatan”

Quote ini menghiasai banyak sekali film, buku, lagu, puisi. Kalian pasti pernah mendengarnya di manalah, bukan?

Tapi sebenarnya, menurut hemat saya, poin quote ini bukan: maka cinta sejati kalian kadang adalah sahabat sendiri, silahkan cek sahabat2nya. Bukan itu.

Melainkan ketika kita tiba di level paling tinggi sebuah hubungan cinta, maka cinta itu berubah mengkristal menjadi persahabatan. Seperti orang tua kita, seperti kakek-nenek kita. Seperti orang2 tua di sekitar kita. Cinta mereka menjelma menjadi persahabatan abadi. Bahkan mereka terlihat mirip satu sama lain, wajahnya, cara bicaranya, cara berjalannya. Seperti dua sahabat karib yang begitu dekat–karena, oleh dan untuk cinta.

–Tere Lije

Kata-kata Nurul tidak selalu benar, kau adalah sahabatku. Mungkin cinta itu tumbuh di waktu dulu, tapi tidak untuk sekarang. Ingatkah kamu saat kita bertemu kembali di kantor pos? Kamu sangat bahagia sekali melihat undangan pernikahanmu. Dan kamu sama sekali tidak mengenaliku. Disana aku melihat cintamu hanya buat Fatih, bukan untukku ataupun orang lain.

“Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir.” Semoga kalian menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Wa Rahman.

Hanya doa yang bisa aku berikan kepadamu,

Semoga kelak kita bisa bertemu dalam keadaan yang lebih baik, lebih paham apa artinya cinta.

Aku berjanji akan berusaha untuk selalu bahagia.

-Sahabatmu Ringgo-

ps: Dirimu sangat terlihat cantik memakai gaun pengantin🙂

Kayla tersenyum membaca surat itu, dan melipatnya kembali. “Kakak yang ngasih surat ini dimana?”

“Katanya nggak boleh dikasih tau,” gadis kecil itu mengambil kertas yang ditangan Kayla dan langsung berlari keluar.

“Eh, mau kemana?” Kayla hendak mengejar gadis kecil itu, tapi di depan pintu sudah ada kakak Kayla.

“Kamu yang mau kemana? Udah di dalam aja, nanti nggak suprise kalau kamu beredar kemana-mana,” kata kakak Kayla sambil menahan Kayla di depan pintu.

Mata Kayla terus memperhatikan si gadis kecil. Gadis kecil itu berlari ke seorang laki-laki yang sudah membawa coklat ditangannya. Laki-laki itu melihat ke arah Kayla dan tersenyum mantap. “Maaf aku harus pergi sekarang,” Ringgo memberi isyarat pada Kayla. Dan Kayla hanya membalasnya dengan anggukan disertai senyuman.

-Tamat-

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Cerpen, Curcol dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Untitled Part 6

  1. Mr. Andry berkata:

    hemmm..judulnya provokatif

  2. Mita Alakadarnya berkata:

    oww,, akhirnya ringgo sembuh ya mbak…
    bagus mbak ceritanya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s