Untitled part 4

Sudah 3 minggu Kayla berusaha untuk mendekati Ringgo. Dan mencari tau tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kayla juga berhasil menghubungi keluarga Ringgo di Malang 2 hari yang lalu. Ternyata 1 tahun yang lalu Ringgo dan Husna (Istri Ringgo) mengalami kecelakaan di Malang, yang membuat Husna langsung meninggal di tempat. Sejak itu Ringgo tidak mau bicara, tiba-tiba menangis, tiba-tiba tertawa. 6 bulan yang lalu Ringgo pergi dari rumah. Keluarga serta kerabat sudah berusaha mencarinya. Tapi tetap saja tidak mendapatkan informasi yang akurat. Entah bagaimana Ringgo bisa sampai Bandung.

“Assalamualaikum, Ringgo,” panggil Kayla suatu di taman dekat kantor pos.

Ringgo sedang duduk di bangku taman hanya melihat Kayla dan memberikan senyum padanya. Senyum seperti anak kecil, sama seperti 7 tahun yang lalu. Kayla duduk disamping Ringgo dengan tetap menjaga jarak. Kayla mengeluarkan kotak makanan dari dalam tasnya.

“Dulu kamu suka marah kalau aku nggak sarapan, sampe-sampe ngebelain bawa sarapan ke Kampus”.”Sekarang giliran aku yang bawa sarapan,” kata Kayla sambil menyiapkan sarapan. “Aku masakin nasi goreng kesukaan kamu”.

Perlahan, Ringgo melirik ke arah kotak makanan dan mulai memakannya. Seperti anak kecil yang menemukan makanan kesukaannya, Ringgo memakan sarapan itu dengan lahap.

“Habis makan, mau nggak ikut aku ke rumah?” Tanya Kayla pada Ringgo yang masih melahap makanan. Ringgo hanya mengangguk sambil terus memakan sarapannya. Setelah makan, Kayla mengajak Ringgo naik taksi menuju rumah Kayla.

Di rumah Kayla ternyata sudah ada Arif teman Kayla yang berprofesi sebagai perawat. Kayla meminta tolong untuk membersihkan badan Ringgo yang kotor, tidak lupa Kayla sudah menyiapkan baju baru untuk Ringgo.

“Nak, kamu 1 minggu lagi mau nikah, 2 hari lagi juga keluarga besar datang kesini,” Ibu Kayla menghampiri. “Bukannya ibu tidak suka kamu menolong Ringgo, tapi ibu hanya takut omongan orang di luar sana.”

“Iya bu, Kayla mengerti,” jawab Kayla sambil memegang tangan ibunya. “Nanti sore insyaallah keluarga Ringgo datang, tugas Kayla hanya mempertemukan dia sama keluarganya, setelah itu Kayla janji akan melepas semuanya”.

“Sesulit itukah melupakan Ringgo?” tanya ibu Kayla.

“Dia yang pertama bu, tidak semudah itu melupakannya.”

“Ibu mengerti, tapi kamu tidak berniat untuk membatalkan pernikahan kan?”

“Tentu tidak, yang akan menjadi suamiku tetap mas Fatih.”

“Iya, selesaikanlah urusanmu agar hatimu tenang.”

Kayla hanya mengangguk dan memeluk ibunya itu. Ibunya memang yang paling mengerti Kayla. Saat Kayla meminta untuk kembali ke Balikpapan, Ibu Kayla langsung mengerti apa yang terjadi. Kayla yang sudah lama memendam perasaannya ke Ringgo, yang pada akhirnya harus hancur karena Ringgo memutuskan untuk menikah dengan Husna. Tidak mau berdiam di pulau yang sama, Kayla memutuskan pindah setelah lulus Kuliah. Memang terkesan buru-buru saat Kayla pindah. Kayla dan ibunya pun belum sempat mengurusi surat kepindahan sehingga KTP yang dipakaipun masih KTP Jawa Barat. Karena kesulitan mengurusi surat pernikahan, akhirnya Kayla dan Fatih memutuskan untuk menikah di Bandung.

Bersambung…

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Iseng dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Untitled part 4

  1. Mita Alakadarnya berkata:

    di tunggu lanjutannya mbak,,,🙂

  2. Mas Alifianto berkata:

    Kasihan banget ya.

  3. yisha berkata:

    sedih………. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s