Embun (Selingan Untitled)

Dia duduk di tengah taman,
melentangkan tangan,
mengarahkan wajah ke langit,
Kakinya dibahasahi embun pagi,
tes…
begitu pula embun dari pohon
jatuh membasahi wajahnya
seakan memberi kabar manis padanya
embun,
sampaikanlah rindu ini padanya
karena bibir ini belum bisa berucap
 

 

Iklan

6 Comments Add yours

  1. leilyshafira berkata:

    selain makin feminim, makin puitis aja nih mbakyul :3 uhuk

    1. yulijannaini berkata:

      asiikk ada yang mengakui feminin.. iya nih gegara baca buku2 puitiss

  2. Red berkata:

    minggu besok ada pakdhe… kopdar ya

    1. yulijannaini berkata:

      saya ga di bandung mass…
      udah di kalimantan aja nih si sayahh

      1. Red berkata:

        *melongo*

  3. tuaffi berkata:

    so swittt.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s