Untitled part 3

Kayla tersenyum sendiri saat mengingat momen perkenalannya dengan Fatih. Dari perkenalan yang tidak sengaja itu, setahun kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di acara pernikahan sepupu Kayla. Saat itu Kayla diminta menjadi MC pernikahan yang ternyata partner untuk menjadi MCnya adalah Fatih.

“Dek, kenalin ini Fatih, yang bakal jadi partnermu besok,” kata Nurul sepupu Kayla.

“Kamu…” Ucap Kayla dan Fatih berbarengan sambil saling menunjuk.

“Haha, kalo ini sih saya kenal,” ucap Fatih sok akrab.

“Lha, kalian udah saling kenal?” tanya Nurul.

“Bukan kenal, tapi tau,” jawab Kayla.

“Apa bedanya sih?” balas Fatih.

“Ya beda dong,” balas Kayla.

“Apa coba bedanya?” tantang Fatih.

“Udah, udah, kalian ini baru ketemu kok berantem,” lerai Nurul.

“Siapa yang berantem?” ucap Kayla dan Fatih bebarengan.

“Hahaha, kalian ini sepertinya jodoh. Cocok banget,” tawa Nurul yang membuat Fatih dan Kayla jadi merasa malu.

Dari situlah keakraban itu bermula. Tak jarang mereka berselisih pendapat dan pada akhirnya menjadi tawaan renyah dari mereka berdua. Mereka akhirnya satu sama lain saling mengenal, dan menyadari banyak kesamaan diantara mereka. Cukup lama mereka saling memendam perasaan, tidak berani mengungkapkan karena ingin menjaganya sampai pada waktunya. Akhirnya 2 bulan yang lalu Fatih memberanikan diri melamar Kayla langsung ke ibunya. Cukup cepat proses antara mereka berdua, karena tidak ingin menunda lagi. Kedua keluargapun sudah saling mengenal dan menyetujui pernikahan mereka.

***

Keluarga Kayla dari Balikpapan akan datang ke Bandung untuk membantu pernikahan Kayla. Kayla memang lahir di Balikpapan dan keluarga besarnya pun memang tinggal di Balikpapan. Tapi semenjak Ayahnya meninggal, yang pada saat itu Kayla masih berusia 7 tahun, memutuskan untuk pindah ke Bandung. Ototamis sebagian besar teman Kayla berdomisili di Bandung. Oleh karena itu Kayla dan Fatih memutuskan untuk menikah di Bandung.

Paginya Kayla merapihkan kamar agar bisa ditempati oleh keluarganya. Saat merapihkan kamar, Kayla banyak menemukan barang-barang semasa Kuliah, mulai dari buku-buku diktat, buku catatan, kumpulan buku koleksinya yang tidak sempat dia bawa ke Balikpapan, sampai foto-foto. Semuanya berdebu. Lalu Kayla menemukan buku hariannya semasa Kuliah, ia segera memisahkan buku itu karena ingin membacanya setelah membereskan kamar.

Setelah 1 jam berjibaku dengan kamar, Kayla merebahkan diri di tempat tidur. Kayla teringat dengan buku hariannya yang ia taruh di samping tempat tidur. Ia menggapai buku harian itu setengah malas, saat tangannya sudah memegang buku hariannya, ada kertas yang terjatuh ke bawah tempat tidur. Terpaksa Kayla bangun kembali dan mencari kertas itu, yang ternyata adalah sebuah foto. Foto tersebut ternyata foto Kayla yang mengenakan jas Almamater bersama seorang pria yang tak lain adalah sahabat karibnya, Ringgo. Kayla tersenyum getir melihat foto itu. Kayla menaruh kembali foto itu ke dalam buku hariannya.

Kayla tiba-tiba termenung, seakan mengingat-ingat sesuatu. Kayla tersadar dan buru-buru mengambil dan mengenakan kerudung, jaket, rok serta kaos kakinya.

“Bu, aku keluar sebentar,” buru-buru ia mencium tangan Ibunya.

“Kok buru-buru? Ya udah hati-hati di Jalan,” jawab ibunya sambil sempat mengelus kepala putrinya tersebut.

“Assalamualaikum…”

“Walaikumsalam…”

Kayla berlari mencari angkutan umum di depan gang, terlihat mukanya sangat khawatir dan gelisah. Akhirnya, ia sampai di tempat yang dituju, Kantor Pos. Ia melihat ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan yang ia cari. Dia terus berlari sambil mencari seseorang, seseorang yang ia temui saat di Kantor Pos kemaren. Akhirnya ia sampai pada taman kota di pertigaan jalan, ia melihat seseorang yang sedang melentangkan tangannya dan menghadapkan mukanya ke langit. Seakan sedang menikmati udara di sekitarnya. Kayla perlahan mendekat sampai ia bisa melihat laki-laki itu dengan jelas. Kaki Kayla tiba-tiba lemas, dan jatuh terduduk di dekat laki-laki itu sambil menangis dan terus melihat pada laki-laki itu.

“Ringgo…” tangis Kayla.

Bersambung…

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Cerpen, Iseng dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Untitled part 3

  1. Mita Alakadarnya berkata:

    wah ternyata sahabatnya ya mbak??
    kenapa ringgo bisa kayak gitu?? apakah karena cinta nya ke kayla bertepuk sebelah tangan… #sotoy…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s