Pahami Dirimu Sendiri

Sumber Gambar: Klik disini

Bagaimana Ramadhanmu sudahkah sesuai target?Yang masih berusaha untuk menggapai targetnya saya doakan semoga dimudahkan.😀 Dasar pribadi yang baik adalah belajar memahami diri sendiri. Itu adalah kata-kata yang tiba-tiba saja muncul di otak saya malam ini.

Ada seorang akang yang bilang gini “Setiap orang itu pasti punya Fardhu Kifayah*nya masing-masing, kamu mau mengambil Fardhu Kifayah yang mana?” Kemaren, saya mencoba test semacam talent maping. Tujuannya sih  mencoba untuk mengenal diri sendiri. Agar tahu bagian Fardhu Kifayah mana yang harus saya ambil.
Sebenernya sih ga harus ikut talent maping untuk memahami diri sendiri. Karena hari ini temanya adalah memahami diri sendiri, maka terdoronglah saya buat me-sharekan bagaimana Cara-cara Menyenangkan untuk Menjadi Lebih Cerdas Memahami Diri Sendiri. Sumbernya bisa Klik disini. Penasaran kan? soklah mangga dilanjut…

1 – Tanyakan kepada diri sendiri, “Siapakah aku?” Di atas kertas, tulislah “Siapakah aku?” Tulislah jawaban sebanyak mungkin. Sebutkan kesukaan dan ketidak sukaanmu, hobi-hobimu, dan apapun yang muncul di benakmu. Jawablah sedetail mungkin. Pergunakanlah waktu selama yang kamu butuhkan, dan juga kertas sebanyak yang kamu butuhkan.

2 – Tulislah jurnal. Tuliskan perasaan-perasaanmu, ide, kenangan, atau apa pun yang kamu pikirkan. Tulislah puisi atau menggambarlah dalam jurnalmu jika kamu mau. Ingatlah, itu adalah jurnalmu dan kamu tidak perlu menunjukkannya kepada siapa pun juga.

3 – Buatlah daftar hal-hal yang menjadi kemahiranmu. Lalu buatlah daftar hal-hal yang kamu mau menjadi kemahiranmu. Berdasarkan kedua daftar tersebut, buatlah sebuah daftar sasaran bagi dirimu.

Jepretan Sarah yang ada di Yuna

4 – Tetapkanlah sasaran bagi dirimu sendiri. Pilihlah waktu yang teratur setiap harinya, setiap minggunya, atau setiap bulannya, untuk menetapkan sasaran-sasaran spesifik yang ingin kamu raih dalam kurun waktu tertentu. Tetapkanlah sasaran-sasaran yang yang bisa kamu upayakan. Kalau terlalu mudah, kamu tidak akan merasa berprestasi ketika meraihnya. Kalau terlalu sukar atau bahkan mustahil, kamu akan merasa frustrasi dan marah karena tidak mengalami kemajuan. Pada batas waktu yang telah kamu tetapkan, evaluasilah prestasmu dalam meraih sasaran-sasaran tersebut, lalu tetapkanlah sasaran-sasaran baru.

5 – Susunlah otobiografimu. Tulis atau ciptakan kisah kehidupanmu. Kamu bisa menggunakan gambar, lukisan, music, atau menulis serta mempertunjukkan drama atau menciptakan komik.

6 – Ciptakan collage diri. Gunakan gambar-gambar dari majalah, foto, atau bahan-bahan seni seperti spidol atau bahan mengkilap untuk menciptakan collage yang mengekspresikan siapa kamu. Kamu bisa menempelkan berbagai objek pada collage-mu, seperti manic-manik, bulu, atau mobil-mobilan dan menjadikan collage-mu 3-D. collage-mu bisa mencakup gambar orang, benda, atau kegiatan yang kamu sukai, atau gambar serta objek dari apa yang kamu ingin perbuat di masa depan atau amal yang penting bagimu. Kemungkinannya tiada batasnya, sama seperti dirimu!

7 – Ingatlah mimpi-mimpimu.

8 – Renungkan harimu. Di akhir setiap hari, renungkanlah hal-hal besar yang terjadi, apa saja yang tidak berjalan lancar apa saja yang kamu pelajari, bagaimana kamu bisa meningkatkan segalanya di masa depan. Tulislah tiga hal yang kamu syukuri atau yang membuatmu senang hari itu.

9 – Belajarlah bermeditasi.

10 – Periksalah “kotak peralatan” Kecerdasan Memahami Diri Sendiri. Buatlah daftar ‘peralatan’ yang kamu punyai untuk membantumu ketika menghadapi masalah serta penyebab stress. (Lihat uraian sebelumnya tentang peralatan untuk membantumu memahami perasaan-perasaanmu).

11 – Bacalah buku-buku pengembangan diri. Banyak buku-buku tentang orang-orang yang Cerdas Memahami Diri Sendiri, yang melakukan hal-hal penting berkat kekuatan kepercayaan pibadi mereka. Buku-buku ini bisa mencakup tulisan atau biografi orang-orang seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Rosa Parks, Gloria Steinem, atau Eleanor Roosevelt.

12 – Lakukanlah sesuatu yang kamu cintai. Luangkan waktu setiap harinya atau setiap minggunya untuk melakukan sesuatu yang kamu cintai. Entah hobi, bekerja sukarela untuk amal yang kamu pedulikan, atau mempelajari hal-hal baru yang mengundang rasa ingin tahumu.

13 – Lakukan sesuatu yang penting bagimu. Mungkin kamu bisa menemukan sesuatu untuk memecahkan masalah umum, atau mungkin kamu bisa memulai suatu bisnis berdasarkan salah satu idea tau penemuanmu. Atau mungkin kamu bisa menemukan persoalan yang kamu pedulikan –orang-orag yang tidak mempunyai tempat tinngal, orang-orang yang buta huruf- dan mengupayakan perubahan secara local maupun global dengan bekerja sukarela, membuat petisi atau membangun situs web untuk hal-hal yang kamu pedulikan.

 

Fardu Kifayah adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan, namun bila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur (sumber: klik disini ).

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Pos ini dipublikasikan di Agama, Curcol, Ramadhanku, sekilas info dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s