SIDUMMA hari Minggu

Setelah beristirahat sekitar 1 jam, akhirnya sidangpun dilanjutkan kembali dengan wajah para pembina yang ga banget.. (^_^) v. Para calon ketum dan lp2k dipisahkan di barisan belakang. Dan disitulah saya mencuri kesempatan untuk tidur. Baru aja “ngeheunyap”, eh, udah di colek ma teh Eva ataupun kena teguran pimpinan sidang agar tidak tertidur. Bukan hanya saya saja yang curi-curi kesempatan tidur, para calon ketum dan lp2k lainnyapun juga curi-curi waktu untuk tidur. Kondisi badan saya memang agak kurang fit saat itu karena sudah seminggu tidur kurang dari 3 jam setiap harinya. Setiap merasa tidak kuat menahan kantuk, saya pasti minta dibuatkan kopi susu kepada panSU (maaf ya merepotkan). Saat saya menghitung berapa banyak kopi yang sudah saya minum, ternyata eh ternyata saya sudah menghabiskan 5 gelas kopi susu. Tapi tetep aja ngantuk.

Kembali lagi ke Sidang, beberapa orang mengungkapkan pandangan umumnya terhadap para calon ketum dan lp2k. Tapi sungguh sangat disayangkan pandangan umum terhadap saya tidak banyak, kalaupun ada kebanyakan malah mengatakan saya ingin jadi bendum lagi (efek kampanye bendum). Padahal saya pengen semua orang di situ ngomong tentang kejelekkan saya.

Setelah pandangan umum, masuklah ke acara kecenderungan MPP untuk mereduksi para calon. Sekali lagi pemilihan reduksi juga bukan didasarkan voting, tetapi berdasarkan hasil musyawarah, 1 orang saja yang tidak setuju maka keputusan tidak bisa dibuat. Saat itu, saya berharap untuk segera direduksi agar mempunyai hak suara. Karena saya pikir saya adalah calon lemah dan akan segera direduksi. Tapi sayang, keinginan saya terkabul bada subuh.

Sekitaran jam setengah 6 pagi saya baru direduksi, sungguh bahagia hati ini karena mempunyai hak suara lagi. Jujur ada yang saya calonkan kuat untuk menjadi ketum dan lp2k. Iqbal adalah orang yang saya calonkan kuat untuk menjadi ketua lp2k, karena saya pikir KARISMA butuh orang yang tegas seperti beliau. Tapi keinginan saya tidak dapat terwujud karena dipertengahan sidang Iqbal tidak bisa mengikuti Sidang karena ada urusan berkenaan KP. Otomatis Iqbal direduksi. Sebenarnya MPPpun ingin mempertahankan Iqbal di calon lp2k, terlihat saat Iqbal hendak ijin jam 7, dan MPP meminta Iqbal untuk menunda keperluannya hingga jam setengah 8. Tapi apa yang mau dikata, waktu terus bergulir hingga jam setengah 8. DanΒ  mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas, kami harus melepas Iqbal. Entah kenapa saat itu saya sangat sedih sekali. Air matapun ga bisa ditahan.

Sidangpun tetap diteruskan, calon yang akhirnya tetap bertahan adalah Aji, Andre, Kasmita, dan teh Eva. Pada sesi selanjutnya dilakukan tabayun pendapat si calon tentang calon lainnya. Satu per satu si calon mengungkapkan pendapatnya tentang calon yang lainnya. Setelah acara tabayun ini perdebatan selesei? Tentu saja tidak. Perdebatan demi perdebatan dan pendapat demi pendapat diungkapkan oleh MPP hingga sekitaran jam set 10. Dan akhirnya MPP menetepakan Aji sebagai Ketum dan teh Eva menjadi ketua LP2K.

Karena melihat kondisi para pembina yang sangat tidak memungkinkan Sidang dilanjutkan, maka pimpinan sidang menunda sidang hingga jam set 1 siang. Hah? masih ada sidang lagi? Yap tentu saja karena masih ada beberapa agenda lagi, antaranya penyusunan visi, misi, dan GBPK periode, pemilihan LPMPP dan pengucapan janji FLT(Forum Lembaga Tinggi)Β  baru.

Saat diberikan waktu untuk istirahat, jujur sebenarnya saya sungguh sangat teramat sangat ingin tidur sepanjang waktu istirahat. Tapi karena mungkin sudah biasa dengan pola tidur yang kurang dari 3 jam selama seminggu kebelakang, mengurungkan niat saya. Saya hanya bisa tidur sekitaran 10 menit lalu terbangun dan sangat susah untuk tidur. (hm, badan yang aneh)

Sidang dimulai lagi sekitaran jam1 siang, dimulai dari penentuan visi dan misi. Yang awalnya saya duga hanya sebentar, ternyata untuk membicarakan visi pun luamanya minta ampun. Efek tidak memanfaatkan waktu istirahat tadi terasa saat berunding tentang GBPK. Awalnya saya diminta untuk menjadi notulensi. Kantuk yang tak tertahan membuat otak saya agak lemot. Saya kurang bisa menangkap inti diskusi saat itu. Karena sudah merasa tidak kuat lagi, saya meminta Intan dan Hasna menggantikan saya. Dan saya langsung menuju tempat wudlu untuk menghilangkan rasa kantuk. Dan ternyata saat saya mengambil wudlu sudah menunjukkan waktu solat Ashar. Serta Diskusi tentang GBPKpun ditunda hingga 16 Juli, karena masih banyak yang harus diperbaiki.
Dan tibalah waktunya memilih LPMPP, berbeda dengan KETUM dan LP2K, untuk memilih LPMPP dilakukan secara voting entah apa alasannya, ada yang bisa menjelaskan? Seharusnya acara pemilihan LPMPP menjadi hal yang singkat, tapi ternyata masih saja ada yang memperdebatkan. Banyak MPP yang tidak terima, ada beberapa pembina yang tidak menjadi calon LPMPP yang dirasa sudah layak mejadi LPMPP. Saya pikir para pimpinan sidang sudah sangat selektif memilih calon LPMPP, jika ada beberapa hal yang tidak disampaikan kepada pembina lainnya, mungkin karena ada hal yang tidak bisa begitu saja diberitahukan ke pembina lainnya. Saya lebih memilih berprasangka baik atas pilihan dari pimpinan sidang. Sekali lagi itu hanya pikiran saya, jika yang lain punya pendapat yang berbeda ya nggak masalah.

Akhirnya pemilihan LPMPP tertunda karena waktu magrib yang telah datang. Dari dalam ruang sidang saya melihat beberapa petinggi KARISMA sudah ada di sisi mesjid. Ketum ke 2,3,4,5 dan 6 +bang irfan KARISMA hadir secara kompak. Perhitungan suara LPMPPpun ditunda, akhirnya diadakanlah diskusi dengan para petinggi. Saat forum alumni, saya berpikir sangat banyak alumni KARISMA yang menjadi sukses. Dan diam-diam saya berdoa,

Ya, Allah jadikanlah Hamba dan sahabat-sahabat saya yang berkumpul di ruangan ini (Ruangan Sidang) menjadi orang-orang yang hebat, penggebrak peradaban, orang yang ada di barisan terdepan demi membela bangsa maupun Agama-Mu.

Setelah forum alumni selesei, sidangpun dilanjutkan kembali, dengan pembacaan hasil voting LPMPP. Akhirnya, terpilihlah Kasmita, kang Ridho, teh Emi, teh Rina, dan teh Sari. Setelah pembacaan hasil voting, dilanjutkan dengan pembacaan janji FLT serta serah terima jabatan.

Alhamdulillah, akhirnya rangkaian Sidangpun selesei. Setelah terima jabatan, kang Rosikh dan kang Ibam menyampaikan pesan-pesan kepada para pembina. Lalu dilanjutkan sambutan dari Aji yang membuka periode baru dengan ucapan Bismillah bersama-sama, tak lupa pula sambutan dari teh Eva dan perwakilan LPMPP.

Sungguh, Sidang Umum kali ini sangat berbeda dengan Sidang Umum sebelumnya yang saya ikuti. Penuh haru, penolakan, hikmah, intropeksi, semangat perubahan, semuanya berkumpul menjadi satu. Selamat kepada FLT yang telah terpilih, semoga kita dapat meneruskan jalan dakwah ini dengan lebih baik.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu,

bertemu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela Syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya,

ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Aamiin.

Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurrhkan kepada Muhammad, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.

Iklan

Penulis: yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s