Doa

Saya sudah malas untuk beribadah, toh pas saya rajin beribadah saya tetep belum dapet jodoh dan rejeki saya tetep segitu-segitu aja. Perasaan si Mawar (nama samaran) dia orangnya lebih jutek dari pada aku, jarang beribadah, pelit lagi tapi dia bisa dapet jodoh dan rejekinya lancar. Percuma saya ibadah kalo doa saya tidak terkabul.

Sangat sedih saat ia berkata seperti itu

Kata-kata di atas adalah pernyataan dari seorang sahabat. Saat saya mendengar kata-kata itu sungguh hati saya seperti teriris. Sedih karena pernyataan itu keluar dari orang yang saya sayangi. Entah kenapa saya tidak bisa berkata-kata saat dia bilang seperti itu. Terserah anda mau bilang bahwa saya berlebihan, tapi itulah yang saya rasakan.

Tapi sungguh Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengerti isi hati ini. Saat saya sedang iseng-iseng baca sebuah artikel, saya menemukan bacaan tentang faktor tidak terkabulnya doa. Isi artikel itu mengisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham RAH melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?” .

  1. Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal: kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
  2. kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
  3. kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
  4. kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
  5. kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.
  6. kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
  7. kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
  8. kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
  9. kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
  10. kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94)

Jangan berhenti beharap

Allah sesuai prasangka hambaNya. Daripada kita mengeluhkan doa kita yang tidak terkabul, ada baiknya kita intropeksi diri terlebih dahulu. Mungkin saja Allah belum mengabulkan doa kita karena Allah sedang menikmati kedekatanNya dengan hambaNya. Karena tidak menutup kemungkinan saat doa kita terkabul kitanya mala jadi menjauh dari Allah. Lalu ada yang berpendapat sebenarnya Allah tidak pernah mengabulkan doa kita, akan tetapi Dia memberi apa yang kita butuhkan.

Saya jadi teringat ceramah Aa Gym, kira-kira isinya kayak gini:

Dikisahkan ada dua orang yang sedang berusaha menggapai impiannya, cara mereka berdua untuk menggapai impiannya sangatlah persis. Tapi apakah hasilnya akan sama? Belum tentu. Karena hasil adalah ranahnya Allah.

Saya hanya bisa berdoa semoga sahabat saya itu bisa terbuka hatinya. Sungguh saya sangat sayang pada sahabat saya ini. So, apapun hasilnya tetaplah berprasangka baik pada Allah. Karena Allah sesuai prasangka hamba-Nya.

Iklan

2 Comments Add yours

  1. leilyshafira berkata:

    Rasanya kayak ditampol jedagjedug pas baca ini, yul..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s