Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Diantara buku karangan TereLiye, inilah buku yang membuat saya paling gereget dengan jalan ceritanya. Biasanya kalo baca buku Tere Liye (padahal baru 3 buku yang dibaca) pasti saya akan mengeluarkan air mata karena saking terharunya.

Kenpa saya gereget? Karena jalan ceritanya beda (halah, ya gimana??)… Inti dari cerita ini adalah 2 insan yang sebenarnya saling mencintai tapi tidak pernah mengungkapkannya. Dan saat semua terbongkar, sudah terlambat. Danar (laki-laki) sudah menikah dan akan mempunyai calon jabang bayi.

Kalo kalian baca pasti ngerti deh kenapa saya gereget. Mirip kayak sinetron sih jatohnya, tapi ga sepanjang sinetron yang berbelit-belit.

Pas baca buku ini, saya teringat dengan kata sahabat saya,

Kalo nikah bukan urusan siapa yang paling mencintai tapi siapa yang berani mengambil keputusan.

Apa keputusan kamu? Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Kalo memutuskan untuk memendam, maka akhirnya kayak kisah dibuku ini. Tapi kalo mau memutuskan untuk ‘menyampaikan’ maka harus siap mengambil langkah selanjutnya. Tenang, tenang, saya ga ada maksud untuk membuat anda galau.

Balik lagi ke bahasan buku, kata-kata yang paling saya suka di buku ini adalah

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin…

Dia membiarkan  dirinya jatuh begitu saja…

Tak melawan…

Mengikhlaskan semuanya…

Kata-kata itu mengajarkan untuk pasrah dengan takdir Allah. Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan. Tapi bukan berarti kita tidak melakukan apapun untuk menggapai suatu tujuan. Tentunya kita berusaha, dan serahkan hasilnya ke Allah… (nyambung ga ya sama novel?)

Tentang yulijannaini

Seseorang yang ingin bercerita tentang kehidupannya
Tulisan ini dipublikasikan di Buku dan tag . Tandai permalink.

9 Balasan ke Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  1. Aeny berkata:

    yul… mau pinjam … :)

    serius’an lho.. !!

  2. wah…
    jadi kepengen baca neh…
    semoga pas ke toko buku dapet

    makasih banyak ya infonya

  3. Intan berkata:

    yoi yoi…kalo yg lain biasanya tentang anak, keluarga, prestasi…
    yg ini tentang percintaan…

    dan saya pun menangis bacanya, yul :'(

    • yulijannaini berkata:

      aku cuma nangis pas bagian mamanya meninggal…

      yang lainnya kagak….

      Pas masalah percintaanya ga nangis sama sekali….
      tapi asa nyesek di hati… geregetannn…..

      • Aeny berkata:

        iya pengen pinjem.. tp u/ dua bulan kedepan masih ada beberapa buku yg blm dibaca.. :)

        oiya Yul.. bisa ngga hari ahad bantu di JPRMI.. tempat di LIPI jdi’y??

  4. yulijannaini berkata:

    jam berapa teh???

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s