Yuli Jannaini

Antara cinta dan es krim

Beberapa hari yang lalu ada seorang sahabat saya menanyakan tentang cinta kepada saya. Saat itu saya sedang tidak mau membicarakan cinta karena merasa ada hal yang lebih penting dibicarakan.Sore ini saya diingatkan kembali oleh sahabat saya tentang 3 hal yang membunuh karakter seorang aktivis dakwah: Rasa takut, keragu-raguan, dan syahwat. Kalo bicara soal Syahwat pastilah berhubungan dengan cinta dan vmj (virus merah jambu). Alhamdulillah selama saya berperan sebagai aktivis dakwah (ngakunya) belum pernah saya terjangkit penyakit vmj, dan jangan sampe pernah terjangkit. Bukan karena amalan saya yang banyak, sungguh masih banyak yang harus saya perbaiki di diri saya. Tapi bukan juga berarti saya ga normal (ga suka ma cowok), sumpah saya masih suka ma cowok apalagi yang baik, ganteng, sholeh, pokona mah yang perfect. Yang saya lakukan hanyalah hal yang sederhana, tegas pada hati dan diri sendiri.

Ga ada yang salah sama cinta, yang salah adalah cara kita merespon perasaan itu. Kalo di ibaratkan kita lagi shaum di bulan ramadhan, terus ada yang mendadak memberi kita eskrim pada siang hari. Orang yang memberi maupun eskrim itu ga salah kan? Nah, sekarang tinggal bagaimana sikap kita ke es krim itu. Kalo kita langsung makan pas orang itu ngasih (di siang hari), maka kita cuma dapet dosa dan shaumnya otomatis batal. Kalo kita memutuskan untuk memakannya saat berbuka tapi eskrim itu selalu kita bawa kemana-mana atau tidak disimpan dengan benar, maka saat kita memakan eskrim saat berbuka tentu saja tidak enak karena sudah dipastikan akan cair dan tidak enak lagi untuk dimakan. Kalo kita taro/simpen eskrim itu di lemari es, tapi kita kita membuka pintu lemari es agar memastikan tidak ada orang lain yang mengambilnya, otomatis juga bekunya ga akan maksimal, pastinya eskrim agak sedikit meleleh, ga akan nikmatlah kalo dimakan pas buka shaum. Nah, berbeda kalo kita simpan eskrim itu di lemari es, dengan suhu yang pas, lalu lemari es itu kita tutup dan sambil menunggu waktu buka shaum kita melakukan hal yang bermanfaat. Pas waktunya buka shaum, kita buka deh lemari esnya dan bisa menikmati eskrim tersebut. Gimana kalo eskrimnya udah ga ada? Mungkin dimakan duluan ma orang lain atau yang punyanya mengambilnya kembali? Itu berarti eskrim itu bukan rejeki kita. Disinilah prasangka baik kita digunakan. Akan ada menu buka shaum yang lebih nikmat yang akan diberikan oleh Allah.

Ya, itulah pikiran sederhana saya tentang cinta. Sebenarnya pikiran ini saya dapatkan saat saya mentoring klasikal kampus yang dibawakan oleh ustad Hipni Mubarok (kalo ga salah) tapi beliau mengibaratkan cinta itu brownis, berhubung saya suka eskrim makanya saya analogikan cinta itu adalah eskrim. Semenjak mendengar ceramah dari itu, pemikiran sederhana itu sangat membawa pengaruh besar pada kehidupan saya. Semenjak itu pula saya bisa memanage hati saya. Dan saya harap, siapapun yang membaca tulisan ini juga terbuka pikirannya.

15 Tanggapan

  1. dahsyaaaat codalakuu.

    tapi ane masih kecil nih, belum pantes ngomong cinta-cintaan :’)

    8 Juli 2011 pukul 04:32

  2. di paragraf awal, curcol? :) )

    ada saatnya berbuka koq, met…

    12 Juli 2011 pukul 14:18

    • aduhh ada c soulmate… tau ajah… hahahha…

      12 Juli 2011 pukul 20:35

  3. keren.. analogi nya.. cepet bisa ditangkep.. :)
    meng’ingatkan lgi.., syukran yuli.. :)

    14 Juli 2011 pukul 02:55

  4. Anonymous

    mau dunk es krimx….
    Tp yang ad di foto….
    Kayakx enak….
    Mmmmmm….

    14 Juli 2011 pukul 12:55

  5. Es krim…. jadi inget di deketnya UNISBA, ada toko “I scream for Ice Cream”. :lol:

    15 Juli 2011 pukul 09:44

    • asekk akg mau nraktir eskrim…
      loh???

      hehehe…

      15 Juli 2011 pukul 10:06

  6. Pingback: Tentang Menahan Diri « leilyshafira's Blog

  7. Hipni

    Good Job….

    20 Januari 2012 pukul 13:39

  8. Pingback: Antara Cinta dan Es Krim | Jurnal Irfan Kamil

  9. gambarnya menggiurkan.. bikin ngiler..
    etapi bener lhoooo..
    kalo cinta itu dibuka di waktu yg pas.. rasanya nikmaaaaaaaat bgt..
    hihihi

    24 Januari 2012 pukul 06:56

    • hehehe ada teh midy…..

      iya deh bu rahman… hehehehe…

      saya masih harus sabar nih buat berbuka…

      24 Januari 2012 pukul 06:59

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.